Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Ziswaf / LAZ YPI Al-Azhar Bangun 200 Unit Rumah Tahan Gempa untuk Warga Lombok
-
Untuk membangun 200 unit rumah sederhana tahan gempa bagi korban bencana di Lombok, LAZ YPI Al-Azhar baru menghimpun 25 persen dari target biaya yang dibutuhkan. Masih butuh uluran tangan para donatur.

Untuk membangun 200 unit rumah sederhana tahan gempa bagi korban bencana di Lombok, LAZ YPI Al-Azhar baru menghimpun 25 persen dari target biaya yang dibutuhkan. Masih butuh uluran tangan para donatur.

Sharianews.com. Jakarta - Bencana di Lombok meluluhlantakkan banyak rumah yang rata dengan tanah. Lembaga Amil Zakat (LAZ) Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Azhar menargetkan untuk membangun 200 unit rumah sederhana tahan gempa untuk korban bencana gempa di Lombok.

Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan LAZ YPI Al-Azhar, Rahmatullah Sidik mengatakan, dampak bencana ini memicu bertambahnya tingkat kemiskinan. Untuk menanggulanginya, LAZ YPI Al-Azhar, membuat program recovery. Mulai dari infrastruktur, ekonomi, dan sosial-keagamaan.

“Pembangunan rumah tahan gempa salah satu bagian dari program recovery untuk masyarakat Lombok. Luas bangunan rumah sederhana itu berukuran 5x6 meter persegi (m2) dengan dua kamar tidur,” paparnya kepada Sharianews.com.

Menurutnya, program yang bernama ‘Briuk Bangun Balai’ ini rencananya selesai dalam jangka satu bulan ke depan. Rumah sederhana tahan gempa ini bisa bertahan paling tidak beberapa tahun ke depan.  

“Bentuknya semi permanen. Satu meter di atas permukaan tanah akan ditembok dengan bahan-bahan sisa bangunan yang masih bisa digunakan dari rumah warga yang hancur. Sisanya menggunakan bilik bambu,” jelasnya.  

Rahmatullah melanjutkan, selama bertahun-tahun LAZ YPI Al-Azhar berpengalaman dalam membangun rumah sederhana di beberapa titik daerah yang terdampak bencana di Indonesia. Di antaranya, saat gempa Padang LAZ YPI Al-Azhar membangun 600 unit rumah, Tasikmalaya 100 unit, Mentawai 30 rumah, dan beberapa tempat lainnya.

“Dengan pengalaman ini, insya Allah rumah sederhana itu teruji dapat tahan gempa untuk beberapa tahun ke depan. Minimal selama setahun mendatang,” ulasnya.

Rumah minimalis ini, katanya, dikerjakan melalui kerjasama antara pihaknya dan beberapa lembaga sosial lainnya serta masyarakat sekitar. Untuk memudahkan penggarapannya, dibuat beberapa kelompok kerja. Setiap kelompok kerja berisi 10 orang.

“Setiap kelompok kerja bekerja secara berbarengan. Misalnya, ketika dalam tahap membuat kusen, maka semua kelompok kerja juga sedang mengerjakan tahap itu. Selain untuk menyeragamkan konstruksinya, ini dilakukan supaya 200 unit rumah selesai secara berbarengan. Tidak ada yang rampung lebih dulu,” imbuhnya.

Masih Butuh Sumbangan Dana

Rahmatullah menjelaskan, untuk seluruh kebutuhan pembangunan rumah tahan gempa di Lombok ini diperkirakan akan menghabiskan dana kurang lebih Rp 2,5 miliar. Sampai saat ini, akunya, baru terhimpun sekitar Rp 1 miliar lebih atau kira-kira 25 persen dari target biaya yang dibutuhkan.

“Selain menghimpun dana dari masyarakat, pihaknya juga banyak menerima bantuan berupa material bangunan. Dari dana yang sudah terhimpun sampai sekarang sudah digunakan sebanyak lebih dari 50 persennya,” tambahnya.

Ia berharap bantuan berupa uang bisa terus disalurkan masyarakat luas untuk mempercepat pengerjaannya, bukan pakaian. Sebab, lanjutnya, berdasarkan karakter bencana alam seperti gempa, masyarakat yang menjadi korban tidak terlalu membutuhkan donasi berbentuk pakaian.

“Beda dengan karakter bencana seperti banjir yang memang banyak membutuhkan bantuan sandang layak pakai. Sementara bencana gempa, masih banyak pakaian masyarakat yang bisa digunakan meski bangunan rumahnya hancur. Tempat tinggal yang aman serta layak huni menjadi kebutuhan yang sangat mendesak saat ini,” terangnya.

Dari 28 titik posko di dua kabupaten Lombok, yakni Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur, yang dibuat LAZ YPI Al-Azhar hingga saat ini pihaknya telah menampung korban terdampak gempa lebih dari 10 ribu keluarga atau sekitar 50 ribu warga.

Untuk kerjasama sosial terkait gempa Lombok, pihaknya menjalin mitra dengan banyak lembaga sosial. Antara lain dengan Sahabat Peduli Lombok (SPL) dari Makasar, Yayasan Dana Kemanusiaan dan Dhuafa (DKD) Magelang, Hikmah Foundation Bali, Serasi Alam Indonesia (Serai) Riau, dan lain-lain.

Selain menjalin kemitraan dengan lembaga sosial, LAZ YPI Al-Azhar juga bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Misalnya, dalam memasang instalasi listrik, mendirikan rumah tahan gempa, dapur umum, pemasangan tenda, dan semacamnya. (*) 

Reporter: Emha Asror. Editor: A.Rifki.