Senin, 23 September 2019
24 Muḥarram 1441 H
Home / Lifestyle / Larissa Chow, Kematian Adalah Motivasinya Berhijrah
Larissa Chow (Dok/Foto Istimewa)
Jadi bisa dibilang motivasi saya sebelum masuk islam itu takut meninggal.

Sharianews.com, Sebelum memutuskan untuk menjadi muallaf (orang yang berpindah agama ke islam), Larissa Chow, menantu dari seorang ulama Indonesia KH Arifin Ilham mengaku sangat takut dengan kematian.

Baginya, bayangan tentang kematian selalu menjadi pertanyaan di kepalanya, sebenarnya akan kemana dirinya nanti setelah meninggalkan dunia.

“Karena yang saya tahu waktu masih nasrani, orang muslim saja yang salat lima waktu, lalu berhijab, belum tentu masuk surga. Sedangkan saya yang hidupnya  ongkang-ongkang kaki, enak-enak aja bisa masuk surga, menurut saya itu kurang masuk akal,” kata Larissa, Sabtu (9/3/19) di Jakarta Convention Center.

Ia melanjutkan, hal tersebutlah yang menjadi salah satu motivasinya untuk mencari kebenaran dengan mengkaji berbagai agama, sebelum akhirnya menemukan islam melalui perantara Alvin Faiz yang kini telah menjadi suaminya.

“Jadi bisa dibilang motivasi saya sebelum masuk islam itu takut meninggal,” tutur isteri dari Muhammad Alvin Faiz, putra sulung KH Arifin Ilham.

Setelah akhirnya memutuskan masuk islam pada Juni 2015 silam, Larissa atau akrab dengan sebutan Rissa mengaku hal itu merupakan masa-masa yang cukup berat dalam hidupnya.

Pasalnya, tidak hanya ditentang keras oleh keluarga Rissa yang notabennya non muslim semua, tetapi juga seluruh teman-temannya. Belum lagi pergolakan batin dalam dirinya sendiri akibat rindu menjadi dirinya yang dulu.

“Pernah berpikir dulu tuh, aduh apa demi keluarga aku buka kerudung aja ya. Pas awal masuk islam aku berpikir mungkin gak apa kali ya, masih dimaklumi,” cerita wanita kelahiran Cirebon, 23 April 1996 ini.

Namun, penyangkalan batinnya tersebut berhasil dikuatkan dengan komitmen dirinya untuk benar-benar berhijrah. Ia selalu menguatkan diri sendiri agar tetap teguh dengan apa yang sudah diyakininya serta teguh dengan keyakinan bahwa setelah berhijrah tidak boleh kembali ke masa lalu yang kurang baik.

Alhamdulillah bisa dilewatin dan Alhamdulillah sampai sekarang, kalau rindu mungkin pasti ada tapi sudah tidak ada lagi rasa ingin kembali,” kata dia.

Berkaitan dengan keputusannya mengenakan hijab, Rissa termasuk cepat dalam memutuskan mengenakan Hijab. Yakni tidak lebih dari satu bulan setelah masuk islam.

Tapi dulu sempat terfikir bahwa ngapain sih pakai kerudung baru juga mualaf, salat aja belum bisa ngapain pakai kerudung. Tapi kalau kembali lagi berpikir, saya itu takutnya meninggal, sudah begitu masuk islam dengan penuh perjuangan."

Selain itu, sambungnya, dengan berhijab membuat perempuan jauh lebih mulia dan dipandang mahal. Sebab perempuan adalah mutiara yang harus dijaga. Dan mahalnya perempuan bukan dilihat dari barang atau pakaian maupun kosmetik melainkan dirinya sendiri.

Reporter: Fathia Editor: Munir Abdillah