Kamis, 18 Juli 2019
16 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Keuangan / Langkah OJK Mencapai Visi Roadmap Keuangan Syariah
FOTO I Dok. OJK.go.id
Bank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK sudah membentuk apa yang disebut dengan forum koordinasi pendalaman pasar keuangan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki komitmen yang besar terhadap industri keuangan syariah di Indonesia. OJK menuangkan suatu kebijakan dalam peta jalan atau roadmap keuangan syariah 2017-2019 berdasarkan pemikiran berbagai pihak, para pemangku kepentingan agar bisa berjalan efektif dan efisien.

Imansyah, Deputi Komisioner Internasional dan Riset OJK menyampaikan visi roadmap dalam mewujudkan industri jasa keuangan syariah yang tumbuh dan berkelanjutan, berkeadilan, serta memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan menuju terwujudnya Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

“Beberapa langkah strategis untuk mewujudkan visi tersebut adalah peningkatan kapasitas kelembagaan, Sumber Daya Manusia atau insani syariah dan teknologi informasi industri keuangan syariah yang mumpuni,” jelas Iman dalam acara Sharia Economic Outlook yang diselenggarakan Universitas Al-Azhar Indonesia, di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Kemudian, OJK melakukan peningkatan ketersediaan produk dan layanan keuangan syariah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih kompetitif, terjangkau dan efisien.

“Dapat kami sampaikan, di sektor jasa keuangan antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK sudah membentuk apa yang disebut dengan forum koordinasi pendalaman pasar keuangan,” kata Iman menjelaskan.

Forum koordinasi pendalaman pasar keuangan tidak hanya menangani hal yang berkaitan dengan keuangan konvensional, tetapi juga keuangan syariah. Syariah perlu disentuh agar bisa memberikan dan  menyediakan berbagai produk yang bisa dikembangkan untuk masyarakat.

Langkah OJK selanjutnya adalah peningkatan inklusi produk keuangan syariah melalui sosialisasi atau literasi masyarkat untuk memperbesar pangsa pasar keuangan syariah.

“Ini tentu menjadi tantangan yang luar biasa untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, tidak hanya produk keuangan konvenisonal tapi juga syariah. Literasi masyarkat Indonesia relatif masih rendah terhadap produk-produk sektor jasa keuangan,” tutur Iman.

Ia menambahkan, karena literasi yang masih rendah tersebut, maka OJK akan membuat agenda untuk meningkatkannya. Pada 2019 nanti OJK sudah menargetkan agenda peningkatan literasi keuangan Indonesia sekitar 75 persen. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo