Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Keuangan / Laba Bersih BRI Syariah Meningkat 150 Persen
PT Bank BRI Syariah Tbk (BRI Syariah) mencatatkan laba bersih sebesar Rp75,15 miliar pada triwulan I 2020, meningkat sebesar 150 persen dibandingkan triwulan I 2019.

Sharianews.com, Jakarta- PT Bank BRI Syariah Tbk (BRI Syariah) mencatatkan laba bersih sebesar Rp75,15 miliar pada triwulan I 2020, meningkat sebesar 150 persen dibandingkan triwulan I 2019.

Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar memaparkan aset BRI Syariah pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp42,2 miliar, meningkat 9,51 persen dibandingkan triwulan I 2019. Tidak hanya mencatat pertumbuhan laba, pertumbuhan pembiayaan dan dana murah perseoran juga mengalami pengingkatan yang signifikan.

“Pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah di triwulan I 2020 mencapai 34,28 persen year on year (yoy), sementara pertumbuhan dana murah (CASA) mencapai 77,51 persen yoy. Di triwulan I 2020, total pembiayaan yang disalurkan BRI Syariah menjadi sebesar Rp30,45 triliun dan total dana murah yang berhasil dihimpun menjadi sebesar Rp16,86 triliun,” ungkap Alun.

Menurutnya, prestasi ini didukung oleh leadership dari manajemen yang secara konsisten meningkatkan kompetensi SDM, digitalisasi proses pembiayaan, penajaman pasar sasaran, monitoring, penentuan KPI yang jelas dan penerapan budaya sadar risiko dalam menyalurkan pembiayaan.

Salah satu faktor pertumbuhan CASA BRI Syariah adalah tabungan payroll yang tumbuh 46 persen yoy dari Rp429,6 miliar pada triwulan I 2019 menjadi Rp627,2 miliar.

Tabungan payroll memang menjadi salah satu fokus BRI Syariah dalam mengembangkan bisnisnya, karena dari sini didapat ekspansi pasar dengan pemilihan pasar secara selektif. Melalui peningkatan tabungan payroll membuka potensi peningkatan penyaluran pembiayaan salary based financing.

“Ini juga merupakan strategi pemilihan bisnis yang memiliki daya tahan lebih tinggi pada saat pandemi. Karena cash flow nasabah tabungan payroll terpantau oleh kami, sehingga pembiayaan nasabah payroll ini beresiko lebih rendah,” jelas Alun.

Di sisi pembiayaan, pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah pada triwulan I 2020 disokong oleh pembiayaan segmen ritel. Pembiayaan ritel BRI Syariah pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp20,5 triliun, tumbuh 49,74 persen yoy. Pembiayaan ritel ini termasuk segmen kecil menengah dan kemitraan, konsumer serta mikro.

Secara rinci, pembiayaan segmen kecil menengah dan kemitraan tercatat sebesar Rp6,07 triliun pada Maret 2020 tumbuh 71 persen yoy. Pembiayaan segmen konsumer pada Maret 2020 tercatat sebesar Rp 8,94 triliun, tumbuh 31,6 persen yoy. Sementara pembiayaan segmen mikro tumbuh 63,55 persen yoy, tercatat sebesar

Rp5,6 triliun pada Maret 2020. Pertumbuhan pembiayaan ritel ini selaras dengan visi misi BRIsyariah, yaitu menjadi bank ritel terkemuka dengan beragam layanan.

Selain fokus pada pertumbuhan pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI Syariah juga terus memperhatikan kesehatan bank. Non Performing Financing (NPF) BRI Syariah pada triwulan I 2020 tercatat 2,95 persen, turun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019, yang mencapai 4,34 persen. Financing to Deposit Ratio juga ada pada batas aman, yakni 92,11 persen. Hal ini menunjukkan fungsi intermediari perbankan yang optimal.

Rep. Aldiansyah Nurrahman