Rabu, 12 Agustus 2020
23 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Keuangan / Kurban Digital Disediakan BRI Syariah Bagi yang Ingin Berkurban
Foto dok. Pexels
BRI Syariah menawarkan kurban digital bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah kurban di tengah pandemi Covid-19.

Sharianews.com, Jakarta - Iduladha sebentar lagi tiba. Kementerian Agama (Kemenag) jelang Hari Raya Iduladha akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal Zulhijjah 1441H pada 21 Juli mendatang. Dalam salah satu hari besar umat muslim itu, identik dengan penyembelihan hewan qurban.

Tidak sedikit lembaga yang menawarkan kurban menjelang Iduladha, salah satunya PT Bank BRI Syariah Tbk  (BRI Syariah). BRI Syariah menawarkan kurban digital bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah kurban di tengah pandemi Covid-19.

Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Mulyatno Rachmanto mengatakan masyarakat dapat berkurban tanpa harus keluar rumah dan membantu pedagang hewan kurban memaksimalkan penjualannya.

BRI Syariah akan memaksimalkan kurban digital melalui aplikasi mobile BRIS Online. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban secara daring. Caranya dengan masuk ke menu Ziswaf, kemudian pilih menu kurban, masukkan nominal, dan konfirmasi.

Dalam layanna ini, BRI Syariah sudah bekerja sama dengan lembaga pengelola zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) seperti Baznas, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan ACT. Masyarakat bisa memilih lembaga Ziswaf yang diinginkan. Daging kurban kemudian didistribusikan oleh lembaga-lembaga tersebut kepada pihak yang membutuhkan.

Kurban digital merupakan solusi beramal di tengah pandemi. Pemanfaatan teknologi digital perlu dimaksimalkan untuk hal-hal baik seperti ini, terutama mengakomodasi masyarakat yang ingin beribadah.

"Kami memastikan hewan kurban berkualitas dan sudah layak dikurbankan menurut syariat Islam serta melalui kendali mutu yang amanah," kata Mulyanto, Senin (13/7).

Melalui kurban digital, BRI Syariah juga berharap dapat memberdayakan peternak lokal agar mandiri di tengah kondisi pandemi. Pembeli kurban diprediksi akan jauh berkurang dibandingkan tahun lalu karena terganggunya stabilitas ekonomi akibat pandemi dan sebagian masyarakat yang takut keluar rumah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman