Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Ekbis / Kuliner Jadi Unggulan Industri Halal
FOTO I Dok. khairulleon.com
Tiga besar sub sektor unggulan menurut Bekraf adalah kuliner, fesyen, dan kriya

Sharianews.com, Jakarta. Ekonomi syariah sedang berkembang, gaya hidup halal atau halal lifestyle juga tengah menjadi tren. Pemerintah bahkan sedang berkonstrasi membuat roadmap industri halal. Fenomena ekonomi syariah dan halal lifestyle itu mendapat perhatian Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Fadjar Hutomo mengatakan Bekraf mengklasifikasikan 16 subsektor produk-produk ekonomi kreatif Dari ke-16 subsektor itu tiga di antaranya menjadi unggulan secara berurutan yakni kuliner, fesyen dan kriya

16 subsektor itu sendiri yakni arsitektur, musik, desain interior, fesyen, desain komunikasi visual, aplikasi dan game developer, desain produk, penerbitan, film, animasi dan video, periklanan, fotografi, televisi dan radio, kriya, seni pertunjukan, kuliner, dan seni rupa

“Tiga besar yang kita sebut sebagai unggulan yakni, kuliner, fesyen, dan kriya. Ada lagi yang kita sebut prioritas yakni film, animasi, video itu satu subsektor sendiri,” jelas Fadjar, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Prioritas Bekraf yang kedua yakni aplikasi digital dan game developer dan ketiganya yaitu musik. Fadjar mengungkapkan pasar muslim, potensinya besar. Ia mengajak masyarakat membuat aplilkasi yang besar dan lebih Islami, tidak hanya muslim pro. Karena kebutuhan terkait teknologi yang menawarkan kebutuhan syariat itu banyak peminatnya, potensinya besar.

Lebih lanjut, Fadjar menyampaikan ini tantangan bagi para milenial untuk memberikan solusi melalui suatu program bersyariah.

Data Profil Usaha/ Perusahaan 16 Subsektor Eknomi Kreatif Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 (SE2016), menayatakan berdasarkan hasil Listing SE2016 ditemukan sebanyak 8.203.826 usaha perusahaan ekonomi kreatif di Indonesia. Potensi usaha/ perusahaan ekonomi kreatif mayoritas berada di Pulau Jawa sebanyak 65,37 persen.

Potensi usaha/perusahaan ekonomi kreatif lainnya berada di Pulau Sumatera 17,94 persen; Pulau Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) 6,52 persen; Pulau Bali dan Nusa Tenggrara 5,21 persen; serta Pulau Kalimantan 4,95 persen.

Pengusaha ekonomi kreatif didominasi oleh pengusaha perempuan yaitu sebesar 54,96 persen. Sedangkan untuk pengusaha laki-laki sebesar 45,04 persen. Fenomena dominasi pengusaha perempuan sebenarnya hanya terlihat pada subsektor fashion dan kuliner.

Sementara subsektor yang lain menunjukkan sebaliknya, pengusaha laki-laki lebih mendominasi dibandingkan pengusaha perempuan. Gambaran lain yang ditemukan adalah pengusaha ekonomi kreatif laki-laki banyak mendominasi pada subsektor arsitektur, desain komunikasi visual dan fotografi, yaitu di atas 90 persen.(*)

 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo