Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / Kuartal III/2018, UUS BTN Bukukan Laba Bersih Rp344,13 Miliar
FOTO | Dok.magazine.job-like.com
Unit Usaha Syariah (UUS) BTN berhasil meningkatkan aset perseroan sebesar 17,57 persen menjadi Rp24,78 triliun dari periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp21,08 triliun.

Sharianews.com, Jakarta. Hingga Semester III/ Per September 2018, Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk membukukan kenaikan laba bersih sebesar Rp344,13 miliar. Nilai tersebut naik 9,68 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang mencatatkan laba sebesar Rp313,77 miliar.  

Menurut Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono, kinerja positif perseroan tersebut juga berhasil meningkatkan aset Unit Usaha Syariah (UUS) BTN sebesar 17,57 persen menjadi Rp24,78 triliun dari periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp21,08 triliun.

Dengan capaian tersebut, menurut Maryono, UUS BTN  telah memberikan kontribusi positif bagi perseroan. "UUS BTN telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp20,84 triliun atau naik 25,99 persen secara tahunan dari posisi yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp16,54 triliun,"kata Maryono dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

DPK tumbuh 12,35 persen

Maryono juga menjelaskan posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terus tumbuh. Per kuartal III/2018, DPK UUS BTN sudah mengumpulkan Rp19,54 triliun atau tumbuh 12,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp17,39 triliun.

Sedangkan secara keseluruhan, bank dengan kode saham BBTN ini berhasil membukukan laba sebesar Rp2,2 triliun per kuartal III/2018 atau naik 11,51 persen secara tahunan. Pertumbuhan disokong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 15,29 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp7,54 triliun.

Dengan data-data kinerja positif tersebut, Maryono yakin pihaknya kinerja perseroan akan terjaga dan laba tahun ini bisa melampaui capaian 2017.

Menurutnya, tren positif pendapatan perseroan juga diikuti oleh fungsi intermediasi. “Pada kuartal III/2018, BTN menyalurkan pendanaan sebesar Rp220,07 triliun atau naik 19,28 persen secara yoy,”katanya.

Di sisi lain, BTN mencatat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) memberikan angin segar terhadap laju pertumbuhan kredit. Selanjutnya, bank milik negara ini akan berupaya mengoptimalkan sekaligus mendukung target program sejuta rumah yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi tulang punggung bisnis BTN. Pendanaan untuk sektor itu tumbuh 21,81 persen yoy menjadi Rp126,61 triliun. Dijelaskan, KPR Subsidi yang memegang porsi 54,35 persen  dari total KPR perseroan melaju kencang dibandingkan KPR non Subsidi. (*)

Ahmad Kholil