Sabtu, 8 Mei 2021
27 Ramadan 1442 H
Home / Lifestyle / KPI: Penting Pantau Siaran TV Ramadan, Terutama Acara Komedi
Rawan terjadi kekerasan verbal

Sharianews.com, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegaskan pentingnya ada pemantauan siaran televisi Ramadan, terutama untuk stasiun yang memiliki program siaran bertajuk “komedi” karena rawan sekali terjadi kekerasan verbal yang menggunakan fisik sebagai bahan candaan.

Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Pramono mengungkapkan dari hasil pantauan siaran televisi yang sudah berjalan selama 17 hari, masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa stasiun televisi.

Dari sekian banyak temuan, pelanggaran lebih banyak terjadi dalam bentuk pelanggaran etika kesopanan, seperti kekerasan verbal body shamming maupun yang non verbal.

 “Langkah pembinaan dan bahkan sanksi telah dijatuhkan kepada lembaga penyiaran yang melakukan pelanggaran itu,” jelasnya menegaskan.

KPI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan lembaga penyiaran televisi bersama melakukan pengawasan program tayangan Ramadan untuk memperbaiki sejumlah tayangan Ramadan yang dianggap berpotensi melanggar ketentuan siaran.

Dalam keterangan resmi MUI, Ketua Pokja Media Watch dan Literasi Komisi Infokom MUI Gun Gun Heryanto mengatakan MUI selalu memandang industri pertelevisian sebagai mitra strategis untuk sama-sama mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat sekaligus membentuk karakter bangsa.

Seluruh evaluasi, apresiasi, dan rekomendasi yang diberikan MUI untuk siaran televisi dalam konteks sama-sama menjaga peradaban rakyat Indonesia lebih maju ke depannya.

Bekerjasama dengan KPI, MUI menggelar pantauan Ramadan. MUI menyimpulkan bahwa masih terdapat realitas siaran program Ramadan di sejumlah stasiun yang dari tahun ke tahun tetap mengulang hal yang tak patut dan potensial melanggar ketentuan.

Perulangan kekeliruan itu terutama, dalam empat hal, yakni adegan kekerasan fisik dan verbal (verbal aggressiveness), tendensi sensualitas, kepatutan etis dan kelaikan syariat, dan protokol kesehatan pandemi Covid-19.  “Tentu ini harus menjadi perbaikan bersama,” ujar Gun Gun.

Rep. Aldiansyah Nurrahman