Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Haji umrah / KPHI Kecewa Terhadap Kementrian Agama
FOTO I Dok. middleeastmonitor.com
“Kami kecewa dengan sikap Kementerian Agama karena tidak mempertimbangkan kepentingan lintas program dan tidak melihat akibat tidak difasilitasinya KPHI untuk melakukan pengawasan praoperasional haji,” cetus Abidin.

Sharianews.com, Jakarta ~ Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), Abidinsyah Siregar menyatakan kecewa terhadap Pemerintah mengenai alasannya KPHI tidak dilibatkan dalam persiapan haji tahun ini.

“Kami kecewa dengan sikap Kementerian Agama karena tidak mempertimbangkan kepentingan lintas program dan tidak melihat akibat tidak difasilitasinya KPHI untuk melakukan pengawasan praoperasional haji,” cetus Abidin, Senin (13/5).

Abidin yang dari unsur pemerintah bidang kesehatan mengatakan sangatlah berkepentingan KPHI dengan fase pengawasan praoperasional.

Tidak hanya memastikan organisasi pelayanan kesehatan sudah siap fisik, peralatan medik, obat-obatan dan rencana ketenagaan serta penempatannya pada jejaring pelayanan yang direncanakan.

Namun, juga aspek nonkesehatan yang mempengaruhi kesehatan jemaah yang disebut sebagai beyond health, seperti hotel atau pondokan apakah jaraknya dekat dari Masjidil Haram di Makkah atau Masjid Nabawi di Madinah, kebersihkan lingkungan, kapasitas kamar tidur, nyaman dan tidak sesak, ketersediaan air bersih dan air minum, serta jumlah lift yang cukup.

Di bidang katering, Komisioner KPHI melakukan pengecekan lapangan terhadap dapur calon pemenang pengadaan, pemeriksaan gudang penyimpanan sayur buah/daging/ayam beku, jumlah tungku masak sesuai dengan jumlah kontrak output makanan jemaah, bahan baku, daftar rencana menu, jumlah kalori dan kualitas bahan yang digunakan dan mobil pengangkut makanan yang standar, hingga koki yang harus orang Indonesia.

“Semua untuk memastikan makanan yang akan disajikan kepada jemaah haji sesuai standar kalori dan cita rasa Nusantara, aman dan jauh dari kontaminasi kotoran dan serangga, serta terdistribusi tepat waktu sesuai waktu makan seluruh jemaah,” ujar Abidin.

Komisioner KPHI juga melakukan peninjauan transportasi dengan melihat langsung ke pool bus yang akan digunakan untuk transportasi jemaah, termasuk bus selawat.

Di pool bus, Komisioner memeriksa kondisi bus dan kelayakannya serta sistem pengendalian operasional saat digunakan melayani jemaah haji Indonesia.

Menurut Abidin, ketiga aspek beyond health seperti pondokan/akomodasi, bus/transportasi, dan katering/makanan sangat mempengaruhi daya tahan fisik dan mental jemaah.

Di samping itu, faktor lingkungan dengan iklim yang sangat ekstrem bagi masyarakat Indonesia yang biasa hidup dalam temperatur rata-rata 28-32 Celcius menjadi 40-55 Celcius dan kelembapan udaranya yang kering membuat jemaah mudah letih dan rentan sakit. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo