Minggu, 5 Juli 2020
15 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Lifestyle / Kosmetik yang Mengandung Alkohol, Halalkah?
FOTO I Dok. pexels.com
Selama ini masyarakat kita rancu pada pengertian alkohol. Semua alkohol, baik yang diminum maupun yang dioleskan (seperti pada kosmetik dan parfum), dianggap haram.

Sharianews.com, Kandungan alkohol dalam kosmetik seringkali mendapatkan reputasi buruk dari para pemakainya, khususnya kaum hawa. Berdasarkan kegunaannya, alkohol dalam kosmetik memiliki banyak fungsi untuk membantu kosmetik terutama produk-produk untuk perawatan kulit (skin care) di antaranya sebagai penetration enhancer atau mempercepat penyerapan kosmetik dan skin care ke dalam kulit, sebagai pelarut (solvent), emulsifier, stabilizer, dan pengawet.

Baca juga: Cara Mudah Memilih Kosmetik Halal

Selama ini masyarakat kita rancu pada pengertian alkohol. Semua alkohol, baik yang diminum maupun yang dioleskan (seperti pada kosmetik dan parfum), dianggap haram. Padahal tidaklah demikian. Lalu, bagaimana bagaimana hukum menggunakan produk kosmetik atau skin care yang mengandung alkohol?

Dilansir dari LPPOM MUI, fatwa MUI Nomor 11 tahun 2018 tentang produk kosmetik yang mengandung alkohol/ethanol menyebutkan, ada dua ketentuan hukum penggunaan kosmetik yang mengandung alkohol sebagai berikut:

Pertama, produk kosmetik yang mengandung khamr adalah najis, dan penggunaannya adalah haram.

Kedua, penggunaan alkohol/ethanol pada produk kosmetik tidak dibatasi kadarnya. Selama ethanol yang digunakan bukan berasal dari industri khamr dan secara medis tidak membahayakan.

Dalam fatwa tersebut juga disebutkan ketentuan umum kosmetik yang mengandung alkohol. Khamr sendiri menurut fatwa MUI adalah setiap jenis minuman yang memabukkan. Jenis khamr pun beragam. Bahan baku khamr bisa berasal dari buah anggur yang difermentasi maupun bahan baku lainnya. Baik dimasak maupun tidak.

Fatwa MUI juga menyebutkan bahwa alkohol adalah etil alkohol atau etanol, yakni suatu senyawa kimia dengan rumus C2H5OH. Sedangkan kosmetik sendiri bisa diartikan bahan atau campuran bahan yang digunakan untuk membersihkan, menjaga, mengubah dan meningkatkan penampilan. Penggunaanya pun beragam. Bisa dioleskan, ditempelkan ke permukaan kulit, dipercikkan atau disemprotkan ke permukaan wajah atau badan.

Berdasarkan ketentuan di atas, kosmetik yang mengandung alkohol hukumnya halal, boleh dipakai. Namun, untuk lebih baiknya, pakailah kosmetik yang mengandung alkohol berkadar rendah, tidak berlaku banyak, agar tidak memudaratkan.

Achi Hartoyo