Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H

Kopi Wine Halal Atau Haram?

Senin, 4 Februari 2019 05:02
Dok/Foto Istimewa
Setelah pemilihan ceri merah kopi, selanjutnya ceri kopi ini akan mengalami dry process yang hampir mirip dengan natural process yaitu penjemuran langsung hingga ceri kopi tersebut mengering secara alami.

Sharianews.com, Kopi Wine mungkin orang sudah berpikir macam-macam. Tapi tahukah anda, wine dan kopi adalah dua hal yang sangat berbeda. Wine terbuat dari anggur sedangkan kopi adalah kopi.

Kemudian apa pula wine coffee itu? Wine coffee sendiri adalah jenis proses pascapanen yang dialami kopi tersebut dan melahirkan sebuah (yang katanya) cita rasa unik menyerupai aroma wine. Dengan kata lain wine coffee juga bisa disebut dengan coffee fermented atau kopi yang mengalami proses fermentasi sebelum menjadi biji kopi.

Lalu apakah semua kopi bisa diproses menjadi wine coffee? Menurut Kholil, seorang petani kopi di Aceh, kopi yang baik untuk diproses menjadi wine coffee adalah kopi yang ditanam di atas ketinggian at least 1500 mdpl.

Kenapa harus di ketinggian tertentu, karena (katanya) semakin tinggi kopi ditanam maka akan semakin banyak getahnya. Sedangkan jenis kopinya bisa apa saja peaberry juga bisa asal kualitasnya baik. Ceri kopi yang dipilih haruslah ceri merah penuh dan memang harus siap panen betul.

"Setelah pemilihan ceri merah kopi, selanjutnya ceri kopi ini akan mengalami dry process yang hampir mirip dengan natural process yaitu penjemuran langsung hingga ceri kopi tersebut mengering secara alami. Jika natural process kira-kira memakan waktu penjemuran selama dua minggu, maka wine coffee memakan waktu 30 – 60 hari (tergantung cuaca juga). Proses penjemurannya memang sengaja lebih panjang karena petani percaya bahwa semakin lama dijemur, maka ceri akan semakin melekat dengan biji kopi. Dan itulah yang kelak mengeluarkan rasa dan aroma wine," kata Kholil.

Di Indonesia sendiri sudah banyak perkebunan kopi yang menerapkan proses wine coffee ini. Tak hanya di Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya, di Sumatera Utara, di Jawa dan pulau-pulau lain sudah ada wine coffee. Menurut petani, harga wine coffee ini lebih tinggi dari harga kopi lain karena memang prosesnya yang terbilang sulit dan memakan waktu yang lama. Wine coffee ini punya penikmat sendiri dan banyak penggemarnya juga.

Pertanyaan klasik dari kopi wineadalah “Bisa bikin mabuk? Halal tidak?”

Kopi Wine diproses menggunakan teknik fermentasi. Yaitu, dengan memasukan ceri kopi ke dalam tempat tertutup. Biasanya petani menggunakan karung plastik. Ceri kopi dimasukkan ke dalam kantung-kantung plastik untuk mengalami proses fermentasi sempurna. Beberapa petani mendiamkan ceri dalam tempat tertutup ini selama 30 – 60 hari.

Semakin lama semakin sempurna hasil fermentasinya. Setelah difermentasikan, barulah dijemur hingga kering. Oh, ya, apa sih fungsinya fermentasi selama itu? Kalau kalian pernah ke kebun kopi dan panen ceri paling merah, kemudian mencicipinya, itu ada aroma-aroma manis, begitu pun rasanya. Nah, ketika proses fermentasi, rasa-rasa di ceri merah ini secara perlahan meresap ke dalam biji kopi. Setelah meresap, lalu diikat aromanya di dalam DNA biji kopi, kemudian dijemur hingga mengering. Setelah mengering, barulah digiling untuk melepaskan kulit ceri yang sudah mengeras tadi. Setelah dilepaskan kulit cerinya, biji kopi akan dijemur lagi dan selanjutnya akan menuju proses roasting.

Sebenarnya, kalau mencicip kopi dengan Black Honey Process dan Natural Process, itu lightly mirip dengan Natural Wine Process. Bedanya, di tingkat aroma, kompleksitas rasa dan asamnya saja. Kalau boleh dibilang, Kopi Wine adalah next level-nya Black Honey dan Natural Process. Namun, semua itu tergantung jenis kopi dan panenannya.

Untuk memenuhi syarat rasa winey adalah, pertama, semua kopi yang dipanen harus ceri merah dan kopi arabika yang tumbuh di atas 1.500 dpl. Karena menurut penerawangan tukang kopi, semakin berada di ketinggian, getah kopi semakin banyak dan semakin bagus juga untuk diproses menjadi Kopi Wine. Entahlah itu bener atau nggak.

Belakangan, jika ditelurusi, Kopi Wine yang cukup terkenal adalah dari daerah Sumatera. Khususnya Gayo. Jadi, lebih terkenal istilah Gayo Wine dibandingkan Malabar Wine. Sebagai info saja, Kopi Wine ini sebenarnya bisa diterapkan oleh semua petani kopi di seluruh pemilik Single Origin di Indonesia. Mulai dari Gayo Wine hingga Wamena Wine. Dari Toraja Wine hingga Malabar Wine.

Jadi bukan jenis kopinya, tetapi proses pengolahannya. Seperti juga, Dry Process atau pun Washed Process yang bisa diterapkan di semua kopi, lebih tepatnya kopi Arabika. Jadi jelas hukumnya kopi wine ini, halal.

Munir Abdillah
#Kopi Wine