Sabtu, 6 Maret 2021
23 Rajab 1442 H
Home / Keuangan / Konversi Bank NTB Menjadi Syariah, Ini Kata TGB…   
Konversi ini diharapkan tak sekadar untuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tapi juga agar terselenggara keadilan, kebersamaan, dan kesejahteraan umum masyarakat NTB.

Sharianews.com. Bank NTB resmi melakukan konversi dari bank konvensional menjadi Bank NTB Syariah. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) meresmikan institusi keuangan yang menjadi kebanggaan masyarakat NTB ini.

Dalam kesempatan itu, TGB menyampaikan tiga catatannya. Pertama, ia mengungkapkan rasa syukurnya dan juga mengajak masyarakat untuk mensyukuri nikmat hidup di Indonesia yang memberikan kesempatan kepada seluruh pihak, baik pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Termasuk dalam nilai-nilai keagamaan.

"Nilai keagamaan itu tidak bisa dilepaskan dari nilai kebangsaan, walau Indonesia ini bukan negara agama tapi ruang yang memungkinan nilai Islam itu dapat masuk dalam satu tatanan ekonomi, sosial, dan politik itu terbuka lebar," jelas TGB di Ballroom Islamic Center, NTB, Kamis (13/9/2018).  

Ia juga mengatakan, salah satu sistem yang memungkinkan Indonesia dapat maju, sejahtera, dan berkeadilan adalah melalui sistem keuangan syariah. Hadirnya Undang-undang Perbankan Syariah telah memperkuat itu.

"Jadi apa yang kita lakukan di NTB sesungguhnya bagian dari arus ber-Indonesia yang menghadirkan ekonomi yang tumbuh, yang memberikan keadilan dan kesejahteraan," ujarnya.

Kedua, lanjutnya, berdasarkan nilai-nilai yang ada dalam Pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 45, sistem keuangan Islam atau perbankan syariah sesuai untuk mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdasakan bangsa.

“Dengan perbankan syariah diharapkan tidak sekadar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan juga adanya kesejahteraan umum yang di dalamnya ada nilai-nilai keadilan pemerataan, kebersamaan, dan gotong-royong. Dalam konteks ini, sistem keuangan Islam sangat sesuai untuk itu,” paparnya.

Menurut TGB, pertumbuhan ekonomi non-tambang NTB mencapai 7,1 persen. Ini pertumbuhan tertinggi ketiga di Indonesia. Hal ini pula yang mendasari para pemegang saham Bank NTB untuk melakukan konversi menjadi Bank NTB Syariah.

“Dalam konteks NTB, tidak hanya tumbuh dengan baik. Tapi juga tumbuh dengan pemerataan dan berkeadilan. Saya bersyukur atas pencapaian ini,” urainya.

Selanjutnya, yang ketiga, NTB dikenal sebagai daerah mayoritas Muslim. Pemerintah Provinsi NTB telah melakukan berbagai kajian tentang model wajah Islam di NTB yang menghadirkan kenyamanan untuk semua warganya.

"Kita sepakat bahwa jati diri keislaman di NTB harus mewujud dalam keberagaman yang inklusif dan rahmatan lil alamin," ungkapnya.

Implementasinya bukan dari banyaknya Peraturan Daerah yang mengatur tata cara hidup masyarakat, melainkan kebijakan publik yang terinspirasi dari nilai-nilai Islam yang kemanfaatannya dapat dirasakan semua masyarakat.

"NTB dengan praktik keuangan syariah akan memberikan kemanfaatan tak hanya untuk umat Islam, tapi juga seluruh masyarakat," pungkas TGB menambahkan.

TGB berharap, apa yang telah diikhtiarkan selama ini, melalui proses yang akuntabel dan transparan, Bank NTB Syariah akan mendapatkan kepercayaan yang berlipat-lipat dari masyarakat.

“Kita semua akan mendukung terus-menerus kemajuan dan kesuksesan bank ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman. Editor: Achmad Rifki