Sabtu, 25 Mei 2019
21 Ramadan 1440 H
Home / Forum Milenial / Kontribusi Industri Makanan, Menaikkan IKNB Syariah di Indonesia
FOTO I Dok. Sharianews
Seiring berjalannya waktu, industri jasa keuangan (IJK) syariah Indonesia mengalami pertumbuhan yang ditopang dari peningkatan kinerja keuangan industri perbankan syariah, industri pasar modal syariah dan industri keuangan non-bank (IKNB) syariah. Banyak faktor yang menyebabkan industri jasa keuangan (IJK) syariah meraih perkembangan yang positif.

Sharianews.com, Dalam beberapa tahun terakhir, industri keuangan syariah Indonesia menunjukan perkembangan yang baik. Perkembangan positif keuangan syariah Indonesia juga telah mendapat pengakuan dari beberapa lembaga internasional, yang mencatat bahwa Indonesia termasuk ke dalam negara-negara yang memainkan peranan penting dalam industri keuangan syariah global.

Seiring berjalannya waktu, industri jasa keuangan (IJK) syariah Indonesia mengalami pertumbuhan yang ditopang dari peningkatan kinerja keuangan industri perbankan syariah, industri pasar modal syariah dan industri keuangan non-bank (IKNB) syariah. Banyak faktor yang menyebabkan industri jasa keuangan (IJK) syariah meraih perkembangan yang positif.

IKNB syariah sendiri secara umum menunjukkan perkembangan yang baik. Perusahaan asuransi syariah adalah salah satu IKNB syariah yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan laporan perkembangan keuangan syariah 2017, Perusahaan asuransi syariah menjadi penopang pertumbuhan aset tertinggi dibandingkan dengan IKNB syariah lainnya, sehingga nilai aset IKNB syariah pada akhir 31 Desember 2017 tumbuh sebesar 11,80 persen dibandingkan total aset IKNB syariah pada akhir 2016. Berikut dalah grafik pertumbuhan Asuransi syariah di Indonesia.

Dari tahun ke tahun, perusahaan asuransi syariah semakin berkembang di Indonesia. Dapat dilihat pada gambar 1.1, dari tahun 2013-2017 perusahaan asuransi syariah semakin menunjukkan pertumbuhannya. Peningkatan jumlah industri perasuransian yang tertinggi selama kurun waktu 5 tahun terakhir terjadi pada perusahaan asuransi jiwa syariah. Bila diambil kesimpulan tingkat pertumbuhan rata-rata perusahaan asuransi syariah dari tahun 2013-2017 sebesar 7,12 persen. 

Industri jasa keuangan (IJK) syariah Indonesia khususnya asuransi syariah bukan saja ditunjukkan oleh kuantitas perusahaan asuransi jiwa syariah yang ada di Indonesia. Akan tetapi perkembangan tersebut juga ditunjukkan oleh perkembangan aset yang ada pada perusahaan asuransi jiwa syariah di Indonesia.

Total aset perusahaan perasuransian syariah mengalami kenaikan cukup dari tahun ke tahun. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa seiring berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat akan industri asuransi syariah semakin meningkat.

Perkembangan perusahaan asuransi di Indonesia yang semakin baik ini, perlu dijaga. Baik dari segi dana maupun manajemen risikonya agar tidak terjadi insolvency. Karena, perusahaan yang mengalami insolvency kelak akan dipailitkan oleh OJK. Karenanya, tingkat solvabilitas yang dimiliki masing-masing perusahaan asuransi syariah haruslah sehat.

Dalam menentukan tingkat solvabilitas, perusahaan asuransi berbeda dengan lembaga keuangan yang lain, hal ini sudah diatur dalam peraturan pemerintah bahwa perusahaan asuransi menggunakan RBC (Risk Based Capital) yang digunakan sebagai alat ukur solvabilitas perusahaan asuransi. Aset dan kewajiban merupakan salah satu hal yang dapat memengaruhi.

Dalam asuransi syariah, ada istilah premi atau dana kontribusi yang bersumber dari peserta, merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan eksistensi perusahaan asuransi.

Premi yang dibayarkan oleh peserta asuransi bertujuan untuk kelangsungan operasional perusahaan asuransi. Pembayaran klaim yang diajukan oleh peserta asuransi syariah bersumber dari dana tabarru’ yang digunakan oleh perusahaan asuransi syariah. Sehingga, keberadaaan dana tabarru’ dapat membantu perusahaan asuransi syariah untuk memenuhi kewajiban perusahaan. Pembayaran klaim pada asuransi syariah yang berasal dari dana tabarru’ ini terpisah dari segi penempatan dan fungsinya dengan dana perusahaan.

Terjaganya solvabilitas suatu perusahaan mencerminkan keuangan yang sehat. Keuangan yang sehat menandakan bahwa perusahaan asuransi syariah mampu mengelola risiko dengan baik sehingga operasional perusahaan asuransi syariah semakin baik dan peserta tetap percaya pada asuransi syariah, oleh karena itu solvabilitas pada perusahaan asuransi syariah perlu dijaga kestabilannya. Hal ini ditujukan sebagai bentuk eksistensi sebuah perusahaan asuransi syariah. (*)

Oleh: Sa’adah Tri Hayatun