Kamis, 24 September 2020
07 Ṣafar 1442 H
Home / Keuangan / Kontraksi -5,32 Persen, Covid-19 Tekan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II
Foto dok. Markus Winkler/Pexels
Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2020 mengalami kontraksi -5,32 persen year on year, turun dalam dibandingkan dengan capaian triwulan I .

Sharianews.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2020. Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2020 mengalami kontraksi -5,32 persen year on year (yoy), turun dalam dibandingkan dengan capaian triwulan I 2020 sebesar 2,97 yoy.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menjelaskan, perkembangan ini tidak terlepas dari pengaruh melemahnya ekonomi global sejalan dengan pandemi Covid-19 dan menurunnya aktivitas ekonomi domestik sebagai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

“Ke depan, BI melalui bauran kebijakannya akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi,” ujarnya, Rabu (5/8).

Penurunan pertumbuhan ekonomi domestik terjadi di semua komponen PDB sisi pengeluaran. Konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi 5,51 persen yoy, jauh lebih rendah dibandingkan dengan kinerja triwulan I 2020 sebesar 2,83 persen yoy.

Investasi mencatat kontraksi 8,61 persen yoy, turun dibandingkan dengan kinerja triwulan sebelumnya 1,70 persen yoy. Stimulus Pemerintah yang sesuai dengan pola musiman belum kuat juga berpengaruh pada konsumsi Pemerintah yang tercatat kontraksi 6,90 persen yoy, turun tajam dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 3,75 persen yoy.

Selain itu, kinerja ekspor juga terkontraksi 11,66 persen yoy akibat pelemahan ekonomi global dan penurunan harga komoditas dunia. Seiring dengan kontraksi permintaan domestik dan ekspor, kinerja impor juga mengalami kontraksi 16,96 persen yoy.

Di sisi lapangan usaha (LU), hampir seluruh LU mengalami kontraksi kecuali LU Infokom, LU Pengadaan Air, LU Jasa Kesehatan, Pendidikan, dan Keuangan, serta LU Pertanian. Perlambatan ekonomi terutama didorong oleh kontraksi pada LU Transportasi dan Pergudangan, LU Perdagangan dan Penyediaan Akomodasi, dan LU Industri Pengolahan.

Sementara itu, LU Infokom masih tumbuh meningkat dari triwulan sebelumnya, seiring meningkatnya penggunaan media digital dalam penerapan Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH). Kinerja LU Pertanian juga masih tercatat positif sejalan dengan masa panen.

Rep. Aldiansyah Nurrahman