Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Haji umrah / Komunikasi Jokowi dan Raja Salman Putuskan Tunggu Kepastian Haji Hingga 1 Juni
Foto dok. Setneg
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berkomunikasi dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud terkait penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M. Hasilnya pemerintah akan menunggu keputusan Arab Saudi hingga 1 Juni 2020.

Sharianews.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berkomunikasi dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud terkait penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M. Hasilnya pemerintah akan menunggu keputusan Arab Saudi hingga 1 Juni 2020.

Demikian hal itu disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi usai berkonsultasi dengan Jokowi tentang penyelenggaraan ibadah haji. Penentuan tenggat tersebut mundur dari yang awal ditetapkan Kementerian Agama hingga 20 Mei 2020.

"Jadi kalau kami buat deadline 20 Mei (2020), kami mundurkan jadi 1 Juni sesuai petunjuk Bapak Presiden (Jokowi). Karena Pak Presiden berbicara dengan Raja Salman, mungkin akan ada kepastian kalau-kalau di sana kondisinya lebih baik. Waktu saya lapor ke Pak Presiden, beliau habis berkomunikasi dengan Raja Salman sehingga beliau menyarankan bagaimana kalau mundur dulu sampai awal Juni, siapa tahu ada perkembangan. Kami setuju” ungkap Fachrul.

Meski demikian, Fachrul menyampaikan pihaknya saat ini telah menyiapkan tiga skenario penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M. yakni jemaah haji berangkat semua, berangkat sebagian karena mungkin di sana diberlakukan physical distancing, dan ketiga jika semuanya batal.

Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi terus melakukan upaya komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait dengan kepastian pelaksanaan Ibadah haji tahun 1441H/2020M.

Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh mengatakan prioritas pemerintah Arab Saudi  dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini menurut Agus adalah keselamatan Jemaah Haji.

Perkembangan kasus Covid-19 yang terjadi menjadi salah satu pertimbangan pemerintah Arab Saudi membatasi aktifitas di negaranya. “Saudi mempertimbangkan keselamatan nyawa dan ini harus diprioritaskan,” pungkas Agus.

Rep. Aldiansyah Nurrahman