Rabu, 27 Oktober 2021
21 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Ziswaf / Kompetensi Nazir Tentang Pengelolaan Wakaf Produktif Perlu Ditingkatkan
Foto dok. Pexels
Masih banyak nazir yang kurang paham kalau dalam Undang-undang Wakaf 41 Tahun 2004 Pasal 12 nazir dibolehkan menerima 10 persen dari pengelolaan wakaf.

Sharianews.com, Jakarta - Kompetensi nazir tentang pengelolaan wakaf produktif perlu ditingkatkan. Dengan begitu, aset wakaf akan berkembang dan dapat menarik wakif baru untuk mewakafkan tanahnya menjadi usaha produktif.

“Saat ini masih banyak nazir yang kurang paham kalau dalam Undang-undang Wakaf 41 Tahun 2004 Pasal 12 nazir dibolehkan menerima 10 persen dari pengelolaan wakaf. Kalau nazir hanya mengolah wakaf menjadi makam, musala, dan masjid, apa yang mau diterima,” ujar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) Tarmizi Tohor.

Tarmizi mengungkapkan jajarannya sedang fokus meningkatkan wakaf produktif. Saat ini kebanyakan tanah wakaf masih digunakan untuk penggunaan makam, musala, dan masjid. “Hal utama untuk meningkatkan wakaf produktif adalah meningkatkan kemampuan nazir,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati menambahakn pegembangkan tanah wakaf menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi dan dapat membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.

“Serta dapat dikembangkan untuk membuka peluang kerja sama dengan investor baik dalam maupun luar negeri,” imbuhnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Tags: