Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO/Dok.dompetdhuafa
Program tersebut memiliki konsep: pemberian pinjaman modal usaha tanpa bunga bersistem Al qardul Hasan. Di mana pedagang kecil sebagai penerima manfaat, akan diberi komitmen untuk mencicil sesuai dengan besaran pinjaman selama setahun.

Sharianews.com, Balikpapan. Lembaga Amil Zakat (LAZ) BDI PHKT bersama Dompet Dhuafa Kalimantan Timur, kembali menggencarkan program “Pedagang Tangguh.”

Program tersebut memiliki konsep: pemberian pinjaman modal usaha tanpa bunga bersistem Al qardul Hasan. Di mana pedagang kecil sebagai penerima manfaat, akan diberi komitmen untuk mencicil sesuai dengan besaran pinjaman selama setahun.

Cicilan tersebut nantinya akan bergulir kembali kepada penerima manfaat selanjutnya. Sehingga manfaatnya akan bertambah luas.

“Pedagang Tangguh merupakan program ekonomi produktif yang dikhususkan untuk meningkatkan pendampingan bagi pedagang-pedagang mikro, dengan memberikan bantuan modal usaha atau rombong sesuai kebutuhan. Kemudian juga ada tahapan sistem pendampingan secara berkelompok. Sehingga memudahkan usaha mereka tumbuh dan berkembang, serta diharapkan terhindar dari ketergantungan rentenir,” ujar Rahmat, selaku Koordinator Program Dompet Dhuafa Kalimantan Timur.

Sebelumnya, program tersebut telah bergulir tahun 2018 lalu, bersama Laznas Chevron Balikpapan yang sekarang sudah berganti namanya menjadi LAZ BDI PHKT.

“Alhamdulillah sudah ada sekitar 22 penerima manfaat, yakni 15 di 2018 dan di 2019 ada 7, hingga kini masih ada yang lain, tetapi masih dalam proses asesmen. Sebut saja Sapriansyah yang menjadi penerima manfaat, mengucapkan banyak terima kasih kepada Dompet Dhuafa Kalimantan Timur berkat dampingannya usaha Salomenya yang kini berjalan dengan baik dan lancar," tukas Rahmat.

Ia juga mencontohkan penerima manfaat lain, seperti Dini yang mendapatkan bantuan etalase dan uang tunai untuk berdagang kue.

"Beliau salah satu mustahik yang kami bantu, karena latar belakangnya dari keluarga yang kurang mampu dan hanya memiliki modal usaha yang terbatas. Namun, ia memiliki potensi dalam membuat kue dan aneka gorengan,” lanjut Rahmat.

Program tersebut diinisiasi oleh kekhawatiran tentang pedagang-pedagang kecil yang memiliki potensi untuk mengembangkan usahanya lebih baik, stabil dan berkelanjutan. Namun, terkendala oleh minimnya suntikan modal dan juga tidak sedikit dari mereka, terlilit hutang dari pihak-pihak rentenir.

“Program tersebut dilatarbelakangi atas banyaknya dari mereka terjerat riba (rentenir). Mereka juga terbatas modal usaha dalam mengembangkan usaha. Banyak di antara mereka bahkan mengajukan permohonan secara langsung ke Dompet Dhuafa Kalimantan Timur. Sehingga kami kuatkan program berupa pendampingan pedagang,” jelas Rahmat. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo