Senin, 30 Maret 2020
06 Sha‘ban 1441 H
Home / Ziswaf / Kolaborasi Aksi Wakaf Kedua Disambut Antusias
Dengan tema Peluang Ekonomi Digital dan Wakaf Dalam Membangun Kemandirian Pemuda.

Sharianews.com, JakartaBaitul Wakaf kembali menggelar Aksi Wakaf Ke-2 pada Ahad (4/8) di Aula Sekolah Pemimpin, Depok, Jawa Barat.

Dengan tema Peluang Ekonomi Digital dan Wakaf Dalam Membangun Kemandirian Pemuda.

“Aksi wakaf merupakan sebuah gerakan yang mengajak banyak anak muda bergabung kedalamnya, belajar bersama dan membangun kolaborasi memajukan wakaf. Menempatkan wakaf sebagai sesuatu yang penting dan terus melakukan edukasi sekaligus mengambil peran dalam potensi ekonomi digital dalam era 4.0” Ujar Rama Wijaya, presentasi Baitul Maal, seperti dilansir dari laman baitul wakaf.

Para nara sumber menyampaikan pentingnya membangun kesadaran wakaf dan bagaimana peran wakaf dalam menjadi solusi persoalan sosial dan ekonomi. Karena pengelolaan wakaf bersifat berkesinambungan dan fleksibel dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sementara itu, hadir JE Rubbyantoro dalam paparannya menyebutkan saat presentasi di depan ratusan civitas akademika STIE Hidayatullah, bagaimana model dan peran wakaf yang ideal dalam membangun ekonomi umat.

“Sejarah adalah pelajaran, kita bisa melihat bagaimana peran dan fungsi wakaf dalam membangun peradaban. Kita juga masih membaca fakta bagaimana peran wakaf menjadi solusi terhadap persoalan ekonomi sebuah negara. Mesir ada sejarah pemerintah kesulitan keuangan dan meminjamnya pada lembaga wakaf Al-Azhar. Jamaah haji asal Aceh masih menerima pembagian dari hasil pengelolaan wakaf saat ke tanah suci. Sekarang bagaimana kita terus mendorong kesadaran wakaf, wakaf para pengusaha adalah sahamnya bukan sekedar manfaatnya, seperti halnya Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu, mewakafkan kebun kurma terbaik miliknya” terangnya.

Sementara itu, Agus khalifatullah menyampaikan fungsi dan perannya membantu UMKM dan UKM untuk bengkit dan lebih mandiri melalui platform fintech syariah.

“Saat ini era 4.0 semua orang bebas berinteraksi dan semakin mudah dengan teknologi. Semua interaksi dibangun dengan kepercayaan tanpa harus tatap muka, seperti mempertemukan pemodal dan yang diberi modal usaha, termasuk wakif dan nazhir. Platform ini membantu banyak orang selamat dari jeratan rentenir dan 20.000 lebih orang bisa memiliki program untuk berwakaf ‘ Jelasnya.

Pada saat yang sama, Wakil Direktur Utama Laznas BMH, Supendi juga menyampaikan bahwa wakaf sudah dikelola sejak 2001 pada saat BMH hadir, meski masih lebih banyak program sosial. Namun, ke depan dengan adanya Baitul Wakaf diharapkan bisa lebih berperan besar dalam membangun program wakaf produktif. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo