Jumat, 15 November 2019
18 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Keuangan / KNKS Masih Kaji Pembentukan Bank BUMN Syariah
Ventje Raharjo | Dok. Bank Mandiri
Pembentukan bank BUMN syariah ini diyakini bisa menaikkan pasar perbankan syariah hingga 10 persen dalam jangka pendek.

Sharianews.com, Jakarta ~ Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) masih mengkaji pembentukan bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan skala besar, ujar Direktur Eksekutif KNKS Ventje Raharjo.

“Untuk bank BUMN Syariah, itu masih kita lakukan studi paling pasnya bagaimana, dengan skema yang seperti apa. Jadi masih dibuat studi,” jelasnya, pada Sharianews.com akhir pekan lalu.

Pembentukan bank BUMN syariah skala besar merupakan bagian dari quick wins sektor keuangan syariah yang telah disepakati dalam Rapat Pleno KNKS bersama anggota dewan pengarah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada 5 Februari 2018 lalu.

Ventje belum menentukan apakah bank syariah BUMN nantinya akan dibentuk dengan penggabungan bank syariah yang sudah ada atau membangun bank baru.

Menurut Ventje, pembentukan skema pembentukan BUMN syariah harus dilakukan dengan hati-hati, karena bisa berakibat menggoyangkan pasar. KNKS akan menggali kemungkinan-kemungkinan skema yang terbaik.

“Tahun ini skemanya sudah didapatkan.”

Saat ini, kata Ventje KNKS sedang membangun organisasi, karena direktur eksekutif dan lima direktur lain baru dilantik 3 Januari lalu. Saat ini, prioritas utama KNKS adalah penyusunan program kerja.

“Program kerja KNKS yang pertama memang bagaimana membantu supaya perbankan syariah itu tumbuh lebih cepat. Membesarkan porsinya bank syariah. Karena pangsa pasar sekarang 5,8 persen, harapannya ingin berkembang lebih cepat lagi,” ucapnya.

Pemerintah memang berencana membentuk bank BUMN berbasis syariah untuk meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah Indonesia.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pembentukan bank BUMN syariah merupakan salah salah opsi terbaik dalam mendongkrak pangsa pasar keuangan syariah Indonesia.

Pembentukan bank BUMN syariah menurut Bambang akan mendekatkan ketertinggalan Indonesia dengan negara lain dalam soal ekonomi syariah. Saat ini, pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia baru sekitar 5 persen, ketinggalan jauh dengan Malaysia yang sudah mencapai 20 persen. Bahkan Indonesia kalah dengan negara non muslim seperti Inggris.

Menurut Bambang, bank BUMN syariah ini nantinya bisa dibentuk dari bank-bank syariah milik bank BUMN yang sudah ada. Pihaknya akan mencari cara bagaimana untuk mengalihkan aset beberapa bank syariah milik bank BUMN.

Saat ini ada tiga bank syariah yang berstatus anak usaha BUMN yakni Bank Mandiri Syariah, BRI Syariah, dan BNI Syariah. Adapun satu lainnya masih berstatus unit usaha syariah, yakni BTN Syariah.

Pembentukan bank BUMN syariah ini diyakini bisa menaikkan pasar perbankan syariah hingga 10 persen dalam jangka pendek.

Direktur Utama Bank Mandiri Syariah, Toni Eko Boy Subari saat ditemui di tempat yang sama mengatakan belum dapat informasi mengenai skema pembentukan bank BUMN syariah skala besar itu.

“Informasinya belum dapat, nanti kita tunggu yang dari KNKS saja,” imbuh Toni.

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: nazarudin