Senin, 20 Mei 2019
16 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / KNKS Kaji Edukasi dan Literasi Keuangan Syariah
FOTO I Dok. merdeka.com
Tahun 2019 ini, Irfan juga berharap adanya kajian mengenai pembentukan bank BUMN syariah besar, karena ini merupakan salah satu quick wins sektor keuangan syariah program KNKS prioritas di 2019 yang mesti didorong.

Sharianews.com, Jakarta ~ Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) tahun ini, sedang mengkaji beberapa hal, salah satunya adalah bagaimana meningkatkan edukasi dan literasi keuangan syariah di Indonesia.

Hal itu disampaikan Pengamat Ekonomi Syariah Direktur Pusat Kajian Strategi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Irfan Syauqi Beik yang bertemu dengan Direktur Eksekutif KNKS, Ventje Raharjo dan beberapa direksi KNKS di kantor Baznas, Jakarta.

Syauqi yang juga berprofesi sebagai Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi Syariah, Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor sendiri melihat literasi keuangan hal yang krusial.

“Literasi keuangan syariah ini masih rendah, masih sekitar delapan persen. Jadi Ini bagaimana caranya di 2019 ini, didorong,” jelas Syauqi kepada Sharianews.com, beberapa waktu lalu.

Jika industri keuangan syariah diibaratkan dengan bus, menurut Irfan, saat ini busnya sudah banyak, tetapi penumpangnya masih sedikit. Agar penumpangnya semakin banyak, perlu adanya peningkatan literasi keuangan syariah.

Hal ini akan berpengaruh terhadap kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam industri keuangan syariah. Irfan juga mengatakan ini akan menjadi tantangan bagi industri keuangan syariah di 2019.

“Saya berharap KNKS juga bisa memainkan peran yang lebih signifikan lagi dalam mendongkrak kapasitas atau mendongkrak tingkat literasi keuangan syariah agar terus naik,” harap Irfan.

Selain itu, tahun 2019 ini, Irfan juga berharap adanya kajian mengenai pembentukan bank BUMN syariah besar, karena ini merupakan salah satu quick wins sektor keuangan syariah program KNKS prioritas di 2019 yang mesti didorong.

“Ini saya kira dirampungkan dan kemudian kita punya milestone untuk bagaimana bisa membuat atau mendirikan bank BUMN syariah. Apakah dengan inject pemerintah modal baru atau menggabungkan anak-anak bank BUMN syariah yang sudah ada,” tutur Irfan.

Quick wins sektor keuangan syariah, di antaranya adalah pembentukan bank BUMN syariah skala besar, peningkatan pertumbuhan Efek syariah dan penerbitan sukuk daerah, perluasan lembaga keuangan mikro dengan branding Bank Wakaf Mikro, reformasi zakat untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, sensus tanah wakaf, serta pemberdayaan dana haji. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo