Jumat, 23 Agustus 2019
22 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Ekbis / KNKS dan Industri Halal Wajib Terintegrasi
FOTO/Dok.romy.sharianews.com
Saat ini, usaha IHW dalam mensinergikan antara keuangan syariah dan industri halal tetap terus berjalan.

Sharianews.com, JakartaDirektur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW), Ikhsan Abdullah menegaskan, industri halal dan keuangan syariah harus bisa bersinergi.

"Percuma saja ngomong keuangan syariah sampe Gubernur Bank Indonesia (BI) juga ngomong, lalu KNKS dibentuk, kalau industri halal atau UKM-nya tidak jalan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/3).

Ditambahkan Ikhsan, seharusnya industri halal mendapatkan pembiayaan dari keuangan syariah, dan perbankan syariah mendapatkan nasabah dari industri halal.

Dirinya mengambil contoh, industri halal di Malaysia yang dibiayai keuangan syariah. Sehingga keuangan syariahnya tumbuh dan industri halalnya juga tumbuh.

"Bareng2 jalannya, KNKS dan industri halal wajib terintegrasi dan ini yang disebut dengan kemitraan strategis antara industri halal dan keuangan syariah yg dipelopori langsung oleh Presiden Jokowi," sambung Doktor Ilmu Halal Fakultas Hukum Unair tersebut.

Dirinya menganalogikan dengan sebuah bus yang sedang menuju Manggarai dan bus yang lain menuju ke Tanah Abang, tidak akan ketemu.

"Eh, kamu jangan membiayai yang lain, biayai industri halal, keuangan syariah jadi jalan, perintah langsung oleh Presiden jadi jalan," pungkas dia.

Saat ini, usaha IHW dalam mensinergikan antara keuangan syariah dan industri halal tetap terus berjalan.

"Usaha kami sekarang mengsinergikan dua hal tadi, seperti ada BJB Syariah yg mulai ikut bergerak untuk industri halal, masa industri halal dibiayai bank yang rente? Kan, nggak nyambung, tuh," ujarnya. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo