Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / KNKS Bersama BPJSTK Kembangkan Sistem Jaminan Sosial Nasional Berbasis Syariah
FOTO I Dok. Moneter.id
Salah satu yang didorong KNKS adalah pengembangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) yang berbasis syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) terus mendorong ekonomi dan keuangan syariah dengan cara memparelisasikan sisi penawaran dan permintaan. Semua diharapkan bisa dikembangkan secara bersama-sama.

Direktur Bidang Hukum, Promosi dan Hubungan Eksternal KNKS, Taufiq Hidayat mengungkapkan, salah satu yang didorong KNKS adalah pengembangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) yang berbasis syariah untuk mengembangkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) berbasis syariah.

“Ini sudah berjalan ya, kita sudah nota kesepahaman sudah ada perjanjian kerja sama, dan didukung dari banyak pihak Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI),” jelas Taufiq menegaskan di Kantor KNKS, Jakarta, Rabu (14/8).

Direncanakan sebelum akhir tahun sudah ada white paper dari KNKS tentang perkembangan program SJSN. Ada lima program yang masuk dalam SJSN yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian (JKm) bagi seluruh tenaga kerja di Indonesia.

Dari kelima program itu, Taufiq mengatakan, KNKS akan melihat mana yang paling mungkin untuk dikembangkan dari sisi syariah.

Di waktu yang sama, BPJS sendiri memang sedang mengembangkan sistem tersebut. Baik bekerja sendiri, maupun bersama KNKS dan Otoritas Jasa Keuangan. BPJS sendiri sedang mempersiapkannya dari sisi teknisnya.

“Peran KNKS lebih kepada penetrasi stakeholders-nya. Bagaimana nanti dari sisi regulasinya juga jadi perhatian KNKS,” ujar Taufiq.

Lebih lanjut ia menyampaikan BPJSTK mempunyai Rp90triliun atau sekitar 26 persen dari total aset mereka tergolong instrument syariah, baik berupa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) maupun dalam bentuk saham. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: