Minggu, 26 Mei 2019
22 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / KNKS Bahas Pembentukan Bank BUMN Syariah
FOTO I Dok. sharianews.com
Saat ini, KNKS sendiri sudah menargetkan perbankan syariah bisa memiliki total aset senilai Rp2.000 triliun dalam lima tahun.

Sharianews.com, Jakarta ~ Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) tengah menyusun rencana pembentukan bank BUMN syariah.

Direktur Eksekutif KNKS, Ventje Raharjo mengatakan, rencana tersebut sudah dibahas oleh empat bank syariah yang pengelolaannya berada di bawah kementerian BUMN.

“Kita sedang bicara dengan beberapa bank BUMN Syariah, dengan Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, dan juga Unit Usaha Syariahnya BTN,” jelas Ventje di Jakarta, Selasa (26/3).

Ventje mengaku, belum ada bentuk pasti pembentukan bank BUMN syariah tersebut, karena saat ini masih berdiskusi dengan empat bank syariah milik bank BUMN tersebut.

Ada beberapa opsi yang muncul. Opsi tersebut antara lain, membentuk entitas usaha baru, membiarkan keempat bank BUMN syariah yang sudah ada tetap beroperasi dan melakukan pengembangan secara organik, atau melebur (merger) empat bank syariah di bawah bank BUMN menjadi satu.

Meski demikian, ia belum bisa menyebutkan kapan target pembentukan bank syariah tersebut rampung. "Tidak bisa terburu-buru juga, karena meskipun masterplan-nya sudah ada sejak 2015 kami (KNKS) baru dilantik pada 2019 awal," imbuh Ventje.

Saat ini, KNKS sendiri sudah menargetkan perbankan syariah bisa memiliki total aset senilai Rp2.000 triliun dalam lima tahun.

Ketika bertemu dengan keempat bank BUMN syariah, KNKS menyampaikan kepada mereka bahwa jika digabungkan aset keempatnya baru memiliki angka sekitar Rp300 triliun, kurang dari Rp400 trilun. “Bagaimana dalam periode lima tahun kalian bisa jadi Rp2.000 triliun, tapi aman.

Lebih lanjut, Ventje memastikan KNKS akan berupaya mewujudkan target-target yang ada dalam masterplan. Saat ini KNKS masih mendorong agar bank BUMN syariah dapat meluaskan pangsa pasarnya. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo