Selasa, 21 Mei 2019
17 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / KNKS akan Dorong BMT untuk Menolong Masyarakat Unbanked
FOTO I Dok. Humaniq
Begitu jemaah unbanked sudah naik tingkat atau beralih menjadi muzaki, dianggap sudah mentas. Dengan begitu, tugas BMT terhadap nasabah unbanked sudah tuntas. Nasabah unbanked tadi, bisa beralih ke Bank Pembiayaan Rakyat Syariah atau lembaga yang lebih komersial lainnya.

Sharianews.com, Jakarta ~ Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) ingin mendorong Baitul Maal wa Tamwil (BMT) di 2019 agar bisa menolong atau mendorong masyarakat unbanked.

Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ventje Raharjo mengatakan, posisi BMT agak terancam dengan keberadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kita mau dorong kembali yang namanya BMT, yang jumlahnya ada lima ribu lebih. Mungkin sekarang posisinya agak terancam dalam tanda petik, karena pemerintah juga sudah bergerak turun ke bawah melalui tangannya KUR,” jelas Ventje kepada Sharianews.com

Keberadaan KUR seolah menjadi ancaman tersendiri bagi BMT, tetapi menurut Ventje, dirinya melihat konstelasi yang baik dalam BMT, yang dasarnya merupakan masjid.

“Kita mau dorong BMT itu balik ke masjid, arahnya supaya mereka bisa menolong atau mendorong yang unbanked, jemaah unbanked yang di sekitar masjid,” ujar Ventje.

Lalu, dana zakat di Indonesia yang berdasarkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) zakat memiliki potensi sebesar Rp230 triliun, bisa mengalir ke BMT untuk masyarakat unbanked.

Begitu jemaah unbanked sudah naik tingkat atau beralih menjadi muzaki, dianggap sudah mentas. Dengan begitu, tugas BMT terhadap nasabah unbanked sudah tuntas. Nasabah unbanked tadi, bisa beralih ke Bank Pembiayaan Rakyat Syariah atau lembaga yang lebih komersial lainnya.

“Tugasnya (BMT) selesai, mengantarkan yang tadi unbanked, yang tadinya prasejahtera, kategori Program Keluarga Harapan, dan sebagainya, menggunakan dana zakat sampai ke atas selesai,” tutur Ventje.

Ventje juga mengungkapkan, BMT akan difasilitasi dengan platform pendukung untuk pelaksanaan program tersebut. Platform operasional BMT nantinya harus sudah distandarisasi, sehingga tidak perlu mencari pekerja dari teknologi informasi dan manajer operasional.

Platform ini diharapkan Ventje bisa digunakan secara gratis atau sebagian dananya diambil dari Badan Usama Milik Desa (Bumdes) maupun zakat guna menalangi biaya-biaya yang muncul. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo