Rabu, 19 Desember 2018
11 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO I Dok. Klub Jelajah Masjid
“Memiliki tujuan untuk mengulik sejarah dan mengenali arsitektur setiap bangunan masjid yang ada di Jakarta atau di luar Jakarta adalah misi Klub Jelajah Masjid”

Sharianews.com, Jakarta. Dari jarak 50 meter di pelataran Masjid Istiqlal, Jakarta, tampak sekelompok anak muda tengah asik bercengkrama, mendiskusikan berbagai kegiatan agama dan bakti sosial. Ya, ini adalah kopdar alias kopi darat rutin yang diagendakan oleh komunitas unik bernama Klub Jelajah Masjid. Klub Jelajah Masjid atau mereka sering menyebutnya JM ini, merupakan sub klub dari komunitas induknya, Backpacker Jakarta.

Di tengah kesibukan masing-masing anggota, komunitas unik ini selalu menyempatkan diri untuk mengadakan kopdar rutin dan trip menjelajahi masjid setiap 2 bulan sekali. Bernaung dari komunitas induknya Backpacker Jakarta yang notabene adalah komunitas para pecinta traveling, Klub Jelajah Masjid ini pun sering melakukan eksplorasi masjid-masjid ternama di berbagai daerah, tidak hanya di sekitar Jabodetabek, tapi juga masjid lain di lndonesia seperti Masjid Kudus, Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Masjid Agung Purwokerto dan lain sebagainya.

Sebagai komunitas non profit, Klub Jelajah Masjid tidak mencari keuntungan dalam setiap trip yang mereka adakan. Perjalanan berbasis share cost ini selalu diminati oleh anggotanya, selain murah peserta trip juga banyak mendapatkan pengalaman baru setiap menjelajahi masjid, mulai dari sejarah hingga kuliner halal yang berada di sekitar masjid, dan tentunya teman baru dari berbagai kalangan.

Pada awalnya, komunitas ini terbentuk karena minimnya anak-anak muda yang mencintai masjid atau yang ingin tahu tentang Masjid ? Dari sini munculah  ide untuk membentuk sebuah klub yang didasari atas kecintaan masing-masing anggota Backpacker Jakarta, terhadap keindahan arsitektur masjid. Namun, seiring berjalannya waktu, kegiatan Klub JM mulai berkembang dengan diadakannya diskusi daring melalui grup Whatsapp, selain menghadirkan narsum secara daring, Klub JM juga rutin mengadakan aksi sosial dalam berbagai kesempatan, seperti Baksos Kakak Asuh di TMII dan Baksos Nobar Film dengan anak yatim di Arion Mall dan sebagainya.

“Memiliki tujuan untuk mengulik sejarah dan mengenali arsitektur setiap bangunan masjid yang ada  di Jakarta atau di luar Jakarta adalah misi kita,”  tutur Rifqi sang admin grup Whatssap saat ditemui Sharianews.com dalam sebuah acara di Bogor. Dengan prinsip keberagaman komunitas ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Tidak ada syarat khusus bagi anggota baru, Klub Jelajah Masjid hanya mewajibkan 2 hal untuk anggota baru, wajib ikut trip yang  mereka adakan dan tentunya harus beragama islam alias muslim. (*)

 

Achi Hartoyo