Jumat, 27 November 2020
12 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Ziswaf / KKNT Ekonomi Syariah Perkuat Dana Sosial Keagamaan di Desa
Foto dok. Pexels
Manfaat program tersebut salah satunya untuk penanganan Covid-19

Sharianews.com, Jakarta - Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Ekonomi Syariah membuat kegiataan Kuliah Kerja Nyatata (KKN) lebih berdampak dengan pendekatan ekonomi syariah, seperti pengembangan ekonomi syariah di desa, pengembangan dana sosial keagamaan di desa, pengembangan industri halal di desa, dan pengembangan keuangan syariah di desa.

Khusus antara pengembangan dana sosial keagamaan dan KKNT Ekonomi Syariah, Direktur Keuangan Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Achmad Juwaini menjelaskan KNEKS memiliki program zakat berbasis wilayah yang kemudian dibuat lebih rinci menjadi zakat berbasis desa dan kelurahan.

Manfaat program tersebut salah satunya untuk penanganan Covid-19. Ada upaya untuk mengumpulkan dana zakat untuk menanggulangi korban Covid-19. Agar program ini bisa mengatasi kesulitan daerah-daerah setempat, maka basisnya adalah kelurahan dan desa.

Dari situ akan melahirkan Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) desa dan kelurahan. UPZIS akan diberdayakan agar mampu mengumpulkan dana sekelurahan dan sedesanya. Dana itu nantinya dapat digunakan untuk membantu warga kelurahan dan desa yang terkena dampak Covid-19, seperti para warga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau yang usahanya tutup.

Hal tersebut, dijelaskan Juwaini, berhubungan dengan KKNT Ekonomi Syariah. Karena untuk mendirikan dan mengaktifkan UPZIS perlu adanya pendampingan, perlu ada sekelompok orang yang mendatangi suatu desa berinisiatif untuk menemui lurah, kepada desa atau pun RT/RW untuk menjelaskan terkait UPZIS yang yang gunanya untuk mengumpulkan dana dari masyarakat unutk dibagikan kepada korban Covid-19, bahkan jika tidak ada Covid-19 bisa digunakan untuk membantu orang miskin.

“Jadi letak mahasiswa KKNT (Ekonomi Syariah) ini untuk mendampingi dalam pembentukan UPZIS kalau belum ada, tapi kalau ada untuk menguatkan apa yang sudah ada diperkuat. Kepada mahasiswa ini kita berikan training dan panduan. Kita sudah menyiapkan buku panduan UPZIS-nya itu,” ujar dia.

Juwaini menambahkan sudah ada perguruan tinggi yang telah menerapkan KKNT Ekonomi Syariah UPZIS sebagai pilot project dan telah coba dipraktikan di dua desa.

Hasil dari dua desa ini, satu yang bisa dikatakan berhasil karena mampu mendirikan UPZIS. Sedangkan yang satu lainnya sampai akhir periode KKN belum berhasil.

Keberhasilan satu desa mendirikan UPZIS lantaran dukungan optimal yang diberikan kepala desa. Dalam hitungan satu dua minggu, UPZIS sudah bisa didirkan di desa tersebut. Sementara,  desa yang gagal, kondisirnya tidak ada dukungan khusus dari kepala desa.

Rep. Aldiansyah Nurrahman