Rabu, 27 Oktober 2021
21 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Haji umrah / KKHI Dilarang Membeda-bedakan Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji
FOTO I Dok. Daily Sabah
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) Arfi Hatim meminta kepada Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk tidak membeda-bedakan pelayanan kesehatan yang diterima antara jemaah haji reguler dan haji khusus.

Sharianews.com, Jakarta ~ Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) Arfi Hatim meminta kepada Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk tidak membeda-bedakan pelayanan kesehatan yang diterima antara jemaah haji reguler dan haji khusus.

Penegasan itu disampaikan saat dirinya menjadi pembicara dalam acara Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440H/2019M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

“Saya minta KKHI dapat memberikan layanan kesehatan kepada jemaah haji khusus,” tegas Arfi.

Dirinya mengakui, selama ini jemaah haji khusus mendapatkan pelayanan yang berbeda dengan jemaah haji reguler saat berobat ke KKHI. Pelayanan kesehatan jemaah haji seharusnya menjunjung tinggi prinsip keadilan.

Dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 23 Tahun 2016, Arfi menyebutkan, pelayanan kesehatan dapat dilakukan pada KKHI dan Rumah Sakit Arab Saudi.

Untuk Alokasi kuota Haji Khusus pada tahun ini ditetapkan 17.000 yang rinciannya terdiri atas kuota jemaah sebayak 15.663 orang (92 persen) di samping kuota petugas yang berjumlah 1.337 orang yang terdiri dari petugas pembimbing ibadah, dokter, pengurus PIHK serta pengurus asosiasi.

Arfi merinci, jumlah dan masa tunggu keberangkatan haji khusus sampai dengan 25 April 2019 sebanyak 94.683 jemaah.

Sebelumnya, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusup Singka, mengatakan, jemaah haji khusus (ONH Plus), bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang disediakan oleh Pemerintah Indonesia. Namun, mereka tidak bisa meminta obat.

"ONH plus kalau masuk kita layani, cuma obat tidak dikasih, karena kan, dia membawa dokter sendiri untuk penyakit dasar," ucap Eka kepada wartawan.

Eka menambahkan, untuk haji khusus tersebut, mulai dari akomodasi, transportasi, dan konsumsinya dikoordinir oleh penyelenggara khusus.

"Makanya, mereka itu tidak masuk embarkasi, makannya juga khusus, dan hotelnya juga khusus," pungkas Eka. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo