Sabtu, 23 Maret 2019
17 Rajab 1440 H
x
FOTO | Dok.romy.sharianews.com
Perseroan juga akan menerbitkan 37,6 juta waran atau setara 2 persen dari total modal disetor dan ditempatkan penuh saat pernyataan pendaftaran disampaikan.

Sharianews.com, Jakarta. PT Estika Tata Tiara Tbk (KIBIF) akan melepas sahamnya ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp 340 Per saham.

“Berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 Januari 2019,” ujar Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk, Yustinus Sadmoko dikawasan Kelapa Gading Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Perseroan telah mendapatkan pernyataan efektif pendaftaran dari OJK dan juga penetapan saham perseroan sebagai efek syariah.

"Saham emiten daripada KIBIF ini memang dikategorikan sebagai efek syariah, jadi artinya selain dari saham umum kita masuk sebagai efek syariah, yang mana kita bisa masuk di dalam indeks syariah. Jadi ini adalah alternatif atau optional investasi bagi investor yang berlandaskan syariah," sambung Yustinus Sadmoko.

Ditambahkan oleh Yustinus, produksi daging KIBIF di antaranya sosis, bakso, smoked beaf, burger, bockwurst, daging sapi kemasan 1 kg dan 500 gr, serta produk terbarunya KIPAO minipao kesemuanya sudah mendapatkan sertifikasi syariah.

"Kalau kita perhatikan produk-produk KIBIF atau PT. Estetika Tata Tiara adalah semuanya dalam keadaan halal dan sudah mendapat sertifikasi dari lembaga mui." ujar Yustinus.

Masa penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) berlangsung pada 2-4 Januari 2019.

Dalam pelaksanaannya, KIBIF menunjuk UOB Kay Hian Sekuritas selaku penjamin emisi pelaksana efek.

Perseroan juga akan menerbitkan 37,6 juta waran atau setara 2 persen dari total modal disetor dan ditempatkan penuh saat pernyataan pendaftaran disampaikan.

Rasionya, setiap 10 saham baru akan mendapatkan satu waran.

“Kami optimistis IPO KIBIF bakal diserap pasar," ujar Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas John Octavianus.

Optimisme itu, tambah dia, mengingat fundamental bisnis KIBIF yang cukup bagus. Prospek bisnis daging olahan pun dinilai cukup menjanjikan. Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (National Meat Processor Association / Nampa) memperkirakan, pada 2018, industri pengolahan daging nasional tumbuh 11,7 persen dibandingkan tahun 2017 menjadi 211.714 ton.

Pertumbuhan itu lebih besar dari pertumbuhan nasional maupun industri secara umum. Sedangkan nilai penjualannya diperkirakan mencapai Rp 11,1 triliun. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo