Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO | Dok. fathia.sharianews.com
Ekonomi Islam adalah ekonomi yang memadukan antara prinsip ke-Tuhan-an atau Ilahiah dan rekayasa usaha kemanusiaan.

Sharianews.com, Jakarta. Ekonomi syariah sudah mengglobal. Bukan lagi sekadar isu strategis untuk Indonesia, tetapi juga sudah menjadi isu strategis dunia internasional. Ekonomi Islam bahkan diharapkan menjadi solusi untuk mendorong perekonomian nasional.  

Demikian disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan dalam rangka memberikan apresiasi tinggi terhadap suksesnya gelaran Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018, yang pengumumannya dilaksanakan Kamis Malam (8/11/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf Amin juga mengatakan bahwa ekonomi Islam adalah ekonomi yang memadukan antara prinsip ke-Tuhan-an  atau Ilahiah dan rekayasa usaha kemanusiaan.

Ia kemudian menyebutkan posisi keuangan syariah Indonesia yang sudah mencapai 8,47 persen. Karenanya, sebagai muslim menurutnya, umat Islam harus memandangnya sebagai sebuah optimisme bahwa ke depan ekonomi Islam akan menjadi kuat dan menguatkan ekonomi nasional.

Ia bahkan optimis ekonomi Islam akan menjadi semakin kuat dan menguatkan ekonomi nasional. “Kini saatnya kita memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat. Itu yang mesti kita pegang,"lanjutnya.

Apresiasi untuk gelaran ASR 2018

Karena itu, Ma’ruf Amin mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Republika atas gelaran ASR 2018 dan  pihak-pihak yang terjun dalam industri maupun perbankan syariah. Ma’ruf  Amin menilai acara ini merupakan suatu dorongan dan motivasi bagi para penggiat ekonomi syariah, khususnya di Indonesia.

“Penghargaan setinggi-tinginya kepada yang memberikan dorongan dalam rangka penguatan ekonomi syariah. Ekonomi syariah ini bukan lagi sistem nasional, tetapi juga global. Di Indonesia alhamdulillah ekonomi Islam sudah menjadi sub sistem ekonomi nasional,"kata Ma'ruf Amin, di Hotel JW Mariot, Jakarta.

Ma’ruf Amin hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua MUI dan memberikan kata sambutan pada even yang juga dihadiri oleh beberapa menteri, tokoh-tokoh ekonomi syariah dan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin juga menyampaikan, kendati ekonomi syariah sudah diakui dunia, namun perjuangan perekonomian syariah masih sangat panjang.

Diakuinya, setelah dua dasawarsa awal pertama berdirinya Bank Muamalat, saat ini sudah banyak tumbuh lembaga-lembaga keuangan syariah lain seperti asuransi syariah, pegadaian syariah, pasar modal syariah, dan lain-lain. “Jelas hal seperti itulah yang mampu menarik kesuksesan lebih besar lagi dalam ranah ini,”ujarnya.

Ma’ruf Amin mengilustrasikan upaya yang harus terus dilakukan untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan Islam, seperti upaya yang dilakukan oleh Siti Maryam, ketika berjuang dan bertahan hidup saat diasingkan, sehingga akhirnya diberikan petunjuk oleh Allah SWT untuk menggerakkan pohon dan kemudian turunlah kurma dari pohon tersebut.

“Begitulah, dari cerita Siti Maryam tersebut kita belajar bahwa yang terpenting adalah bergerak dan berusaha. Nanti selebihnya Allah yang akan memberikan keberkahannya. Yang terpenting lagi harus diikuti oleh semangat ‘fighting spirit’ dalam berusaha,”ujarnya.

Menurutnya, saat industri keuangan syariah mampu menujukkan fighting spirit-nya, maka ekonomi syariah akan menjadi lebih cepat perkembangannya. “Terlebih dengan adanya dorongan dan motivasi seperti yang dilakukan Republika saat ini dengan memberi penghargaan kepada segenap pihak yang berjuang memajukan ekonomi syariah hingga sukses di mata dunia,"tutupnya. (*)

Reporter: Fathia Rahma Editor: Ahmad Kholil