Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
-
Sebagaimana yang dikatakan Presiden Joko Widodo, ekonomi syariah dapat menjadi pilar pembangunan ekonomi bangsa.

Sebagaimana yang dikatakan Presiden Joko Widodo,  ekonomi syariah dapat menjadi pilar pembangunan ekonomi bangsa.

Sharianews.com, Jakarta. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf Amin, mengatakan geliat industri keuangan syariah telah menjadi fenomena global di berbagai belahan dunia.

Baik negara dengan penduduk mayoritas muslim maupun non muslim, kini mulai menerapkan ekonomi syariah dalam sistemnya. Indonesia sepatutnya bisa merajai perekonomian syariah dunia ini. 

"Penduduk muslim di Indonesia terbesar di dunia, kurang lebih 87% penduduknya muslim. Sudah sepatutnya menjadi pasar potensial dan juga menjadi pemain kunci," ujar KH. Ma'ruf Amin di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Pria yang juga menjabat sebagai Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) ini mengatakan ekonomi syariah merupakan salah satu kekuatan penting untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar.

"Ekonomi syariah sebenarnya bisa menjadi pilar ekonomi di Indonesia. Hal ini karena memang sebetulnya sudah menjadi budaya luhur bangsa Indonesia," kata Ma'ruf.

ia menambahkan, ekonomi syariah diidealkan mampu memberikan keadilan dan pemerataan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebagaimana yang dikatakan Presiden Joko Widodo bahwa ekonomi syariah dapat menjadi pilar pembangunan ekonomi bangsa.

Lebih lanjut KH. Ma'ruf, mengungkapkan perlunya melakukan langkah-langkah untuk menciptakan ekonomi yang berkeadilan dan pemerataan.

Untuk itu mimimal ada dua hal yang perlu dilakukan, yaitu redistribusi aset dan kemitraan untuk mengentaskan kesenjangan, antara pelaku ekonomi besar dan ekonomi kecil.

Sementara Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, Suminto mengatakan bahwa ia percaya tentang potensi geliat perkembangan syariah di Indonesia.

Dengan pengembangan inklusif dan berkualitas, adil dan makmur, keuangan syariah dapat menjadi komplement penting. Sebab menurutnya, "Ekonomi syariah searah dengan tujuan bangsa," jelas Suminto, di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Hal ini lanjut Suminto, sesuai dengan apa yang selama ini ditekankan oleh Presiden Joko Widodo bahwa sejatinya ekonomi syariah dapat menyatu dalam Pancasila dan Kebhinekaan Tunggal Ika.(*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil