Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Lifestyle / Keuangan Milenial Stagnan, Peneliti: Begini Cara Menaikkan Levelnya
Peneliti dari Alvara Research, Lilik Purwandi sedang memaparkan tren milenial muslim market. Foto/dok.romy
Kunci tren keuangan syariah berada di kalangan milenial.

Sharianews.com, Jakarta ~ Peneliti dari Alvara Research, Lilik Purwandi mengatakan, potensi Muslim milenial terhadap keuangan syariah masih mengalami stagnansi atau belum ada kemajuan yang berarti.

"Memang kita tidak menampilkan terkait keuangan syariah, sebetulnya itu tren 3-4 tahun lalu, tetapi menurut data yang saya amati misalnya dari data OJK atau BI, pertumbuhan dari pasar Muslim itu stagnan, yaitu masih di angka lima persen saja," ujar Lilik dalam acara sharing session enggaging with muslim market oleh Aleef di Pasific Place, Jakarta, Rabu (14/8).

Ia menambahkan, tren yang ada saat sekarang ini kebanyakan adalah tren hijrah. Jika hal tersebut terus membesar, secara tidak langsung akan berimbas kepada keuangan syariah.

"Karena sekarang kalau kita lihat orang ramai meninggalkan bank konven karena dianggap riba, pasarnya memang masih stagnan tapi bagi milenial menurut saya hanya sedikit saja bukan langsung," imbuh Lilik.

Secara data yang digunakan oleh Alvara research, orang-orang yang meninggalkan bank konvensional karena riba secara proporsional masih kecil. Namun, lebih lanjut dikatakan Lilik, bila tren hijrah bersifat masif dan lebih besar, tentu akan berimbas kepada milenial.

"Kecuali di~trigger dengan hijrah yang masif dan besar, atau dengan banyaknya kajian, sehingga bolanya makin besar lagi dan sudah tentu akan berdampak bagi tren keuangan syariah bagi milenial," imbuh Lilik.

Ketika disinggung mengenai faktor apa yang menyebabkan keuangan syariah belum berkembang di kalangan milenial, Lilik menjelaskan, hal tersebut disebabkan faktor infrastukturnya yang belum bisa menyaingi bank konvensional.

"Jadi, ketika produk-produk yang umum banyak pilihan, tetapi kalau ngomong produk keuangan syariah milenial memang masih lebih memilih yang umum untuk produk keuangan, walaupun tren yang sifatnya lebih religius tetap bertumbuh, artinya peluangnya masih ada," ucap Lilik.

Co founder Aleef, Richard Ro'bot menambahkan, saat ini, kunci tren keuangan syariah berada di kalangan milenial 

"Maksudnya milenial dalam memandang perbankan seperti apa, sekarang bisa jadi seperti milenial lainnya yang bukan Muslim saja, mungkin lebih interest bersifat digital, saya juga pernah mendengar ada pihak berwenang yang lagi menggodok konsep e-money syariah dan sebagainya, itu saya kira ada hubungannya," ujarnya.

"Jadi kita tinggal tunggu saja dari sisi banknya bisa mengeluarkan sisi yang lebih kreatif," tutup Richard. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo