Selasa, 20 Agustus 2019
19 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Keuangan / Keuangan Harus Sesuai Syariah
Tidak hanya dari sisi makanan dan pakaian, tetapi juga dari pemasukan atau penghasilan. Bagaimana cara mengelola dan mendistribusikan penghasilannya.

Sharianews.com, Jakarta ~ Kesadaran masyarakat terhadap tuntunan Islam diharapkan meningkat. Tidak hanya dari sisi makanan dan pakaian, tetapi juga dari pemasukan atau penghasilan. Bagaimana cara mengelola dan mendistribusikan penghasilannya.

Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muhamammad Bagus Teguh Perwira mengatakan jika berkaca pada kejadian 25 tahun lalu, di Indonesia wanita yang memakai hijab jumlahnya sangat sedikit.

“Namun sekarang, ibu-ibu, gadis-gadis sudah banyak yang menunjukan kesadaran. Gaya hidup halal semakin meningkat,” jelas Bagus dalam Workshop Ekonomi Kreatif Syariah 2019 yang diadakan MES, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (29/6).

Sekitar tahun 1980-an, hanya makanan yang menjadi isu besar. Saat itu, sebuah bahan makanan digosipkan mengandung babi.

Sementara itu, wanita masih menggunakan sanggul dan belum berhijab. Kini, 10 tahun ke belakang, sudah banyak wanita yang berpakaian sesuai dengan syariah. Ini berarti kesadaran masyarakat meningkat.

Kesadaran gaya hidup halal diharapkan menular ke arah penghasilan masyarakat. Teguh menyampaikan dalam suatu ayat berbunyi “Hai orang-orang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.

Ayat tersebut menerangkan, kewajiban hidup halal soal makanan dan pakaian saja. Keuangan pun harus syariah. Bagaimana mencari nafkah juga harus yang halal.

“Rezeki itu milik Allah, hakikatnya milik Allah. Bahkan perintah unutk berzakat saja, berikanlah dari harta Allah yang dikaruniakan kepada kalian, jadi ketika kita berzakat, berinfak sejatinya yang diperintahkan Allah dari harta Allah yang Allah karuniakan kepadamu,” pungkas Teguh. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo