Sabtu, 23 Januari 2021
10 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Ekbis / Ketua IAEI: Ekonomi dan Keuangan Syariah Harus Mengedepankan Profesionalisme dan Transparansi
Sri Mulyani menyampaikan harapan agar ke depannya, IAEI dapat memberikan sumbangsih yang nyata dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan keumatan dan kebangsaan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Menteri Keuangan, Sri Mulyani selaku Ketua Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Periode 2019-2023 melantik 357 orang Pengurus IAEI Periode 2019 – 2023 di Aula Cakti Buddhi Bhakti, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jumat (13/12).

Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan harapan agar ke depannya, IAEI dapat memberikan sumbangsih yang nyata dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan keumatan dan kebangsaan.

"Tantangan pembangunan ekonomi Islam pada prinsipnya identik dengan tantangan pembangunan ekonomi nasional. Hal tersebut karena tujuan membangun ekonomi nasional juga identik dengan tujuan ekonomi islam yaitu: membangun prinsip keadilan melalui tata kelola yang baik, termasuk kejujuran, integritas dan kompetensi atau profesionalisme, disertai dengan keberpihakan kepada kelompok yang lemah.”ujar Sri Mulyani.

Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu dikembangkan secara komprehensif dan terintegrasi sehingga program yang dibangun harus bersifat harmonis dengan program-program yang telah disusun oleh otoritas dan Kementerian terkait.

Sri Mulyani menambahkan, untuk mendapatkan kepercayaan publik, ekonomi dan keuangan syariah harus dibangun dengan mengedepankan unsur tata kelola yang baik, profesionalisme dan transparansi.

Keterlibatan IAEI dalam berbagai program pengembangan dilakukan berdasarkan kompetensi yang dibangun dan relevan terhadap tantangan yang dihadapi. Lima isu struktural yang sangat penting untuk diatasi sesuai arahan Presiden dan Wakil Presiden RI yaitu sumber daya manusia, infrastruktur, regulasi yang simpel, birokrasi yang efisien dan melayani, serta transformasi ekonomi.

“Hal tersebut akan menjadi arah bagi Pengurus IAEI dalam menentukan program kerja dalam empat tahun ke depan”, Sri Mulyani menegaskan.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Penasehat IAEI, Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin menyampaikan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dengan PDB terbesar (Rp14.837 Triliun, data BPS 2018) di antara negara-negara Islam lainnya, memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat perkembangan ekonomi Islam di dunia. “Faktor penting lainnya yang mendukung Indonesia menjadi pusat ekonomi Syariah dunia adalah meningkatnya kesadaran untuk menerapkan prinsip-prinsip agama Islam dalam kehidupan sehari-hari (the rise of Islamic value in society)”, ujar KH. Ma’ruf Amin.

Melalui wadah IAEI, Ketua Dewan Penasehat IAEI mengajak Pengurus IAEI, baik di Pusat dan Wilayah, untuk bersama-sama merancang, melaksanakan, dan mengawal program-program ekonomi syariah sehingga dapat lebih berkontribusi dalam perekonomian dan pembangunan nasional. “Kami percaya dengan peran dan sumbangsih saudara-saudara segala permasalahan bangsa Indonesia dapat diselesaikan dan cita-cita para pendiri bangsa dapat kita wujudkan,” tutup KH. Ma’ruf Amin.

Keberadaan IAEI yang bekerja sama secara terstruktur dengan kementerian dan otoritas terkait akan dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan pengembangan keilmuan dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai peran dan fungsi ekonomi dan keuangan Islam.

Kepada kepengurusan IAEI 2019-2023 yang akan dilantik ini, Ketua IAEI mengharapkan terbangun engagement, keterlibatan, inovasi, inklusivitas, dan networking baik domestik dan global dalam melaksanakan seluruh program kerja IAEI empat tahun ke depan.

Adapun berikut susunan lengkap kepengurusan IAEI 2019-2023.

Dewan Penaseihat diketuai Ma'ruf Amin
Dewan Pertimbangan diketuai Jusuf Kalla
Badan Pengurus Harian diketuai Sri Mulyani
Wakil Bendahara Umum Jahja Setiaatmadja
Wakil Ketua Umum 1 Bidang Penguatan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan: Munifah Sanwani
Wakil Ketua Umum 2: Halim Alamsyah
Wakil Ketua Umum 3: Pengembangan Ekonomi dan Sektor Riil dan Pengentasan Kemiskinan Susiwijono
Wakil Ketua Umum 4 Bidang Pengembangan Keuangan Islam: Kartika Wirjoatmodjo (Wakil Menteri BUMN)
Wakil Ketua Umum 5 bidang Pengembangan Keuangan Digital dan Sosial Islam: Erick Thohir
Wakil Ketua Umum 6 bidang Pengembangan Pendidikan dan Riset: Irfan Syauqi Baik
Wakil Ketua Umum 7 Bidang Pengembangan Kebijakan Ekonomi Islam: Dody Budi Waluyo (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo