Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Ziswaf / Kerja Keras, Lazismu Raih Penghargaan di ‘Baznas Award 2018’
Kerja keras Lazismu raih penghargaan Bazna Award 2018. FOTO| Dok. medium.com/
Meski bukan sebagai tujuan, penghargaan yang diberikan dapat mendorong Lazismu lebih kretaif membuat program penghimpunan dan persebaran Ziswaf yang berdampak kuat bagi masyarakat, yang membutuhkan.

Sharianews.com, Jakarta.Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) meraih penghargaan pada kategori lembaga amil zakat nasional dengan pertumbuhan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) terbaik di ‘Baznas Award 2018’, Jumat malam (7/9/2018).

Ketua Umum Lazismu, Hilman Latief, mengungkapkan rasa senang dan bangga atas penghargaan yang diberikan. Penganugerahan yang didapat ini, menurutnya, tidak luput dari kerja keras yang selama ini telah dilakukan oleh pihaknya. Misalnya, membuat laporan secara rinci dan transparan terkait perolehan besaran Ziswaf.

Penghargaan bukan tujuan  

“Tahun lalu kami tidak mendapat award. Sekarang, kerja keras selama ini akhirnya terbayar dengan penghargaan. Sebenernya, kami tidak menjadikan award sebagai tujuan. Meski begitu, penghargaan yang didapat ini membuat kami merasa telah dihargai, serta bisa menjadi pemicu buat kami untuk lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, apresiasi yang telah diperoleh harus menjadi sarana serta pijakan untuk pengembangan Lazismu itu sendiri supaya selalu beriringan dengan asas syariah dan regulasi pemerintah,serta dalam hal pengelolan akumulasi Ziswaf.

Di sisi lain, raihan tersebut dapat mendorong pihaknya lebih kretaif dalam membuat program penghimpunan dan persebaran Ziswaf sesuai dengan kebutuhan serta berdampak kuat bagi seluruh masyarakat.

“Kami hanya mengingatkan kepada semua jajaran Lazismu di seluruh Indonesia, dengan mendapat penghargaan sebagai lembaga Ziswaf dengan pertumbuhan terbaik, ke depannya pertumbuhan ini bisa konsisten dan terus ditingkatkan,” tambahnya.

Usaha semaksimal mungkin

Hilman menguraikan, meningkatnya pertumbuhan dalam penghimpunan Ziswaf yang raih oleh Lazismu karena beberapa faktor. Antara lain, secara kelembagaan lebih profesional, bertambahnya kantor cabang Lazismu dari 14 menjadi 23 pos di seluruh Indonesia serta berkembangnya kesadaran masyarakat tentang Ziswaf.  

“Setidaknya, dengan usaha maksimal dan majunya kesadaran masyarakat, tahun 2017 Lazismu berhasil menghimpun Ziswaf kurang lebih sebanyak Rp 110 miliar,” lanjutnya.

Meski begitu menurutnya, pengumpulan dana Ziswaf Lazismu tahun lalu masih kurang dari 50 persen dari target yang ditetapkan, yakni sebesar Rp 290 miliar.

“Tetapi, perolehan akumulasi Ziswaf  tersebut tetap kami syukuri. Di masa mendatang kami akan tingkatkan dengan kerja keras dan upaya maksimal," ujarnya.

Sebagai informasi, selain memberikan penghargaan kepada Lazismu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga menyerahkan apresiasi kepada para tokoh, perusahaan, dan media dengan nominasi yang berbeda.

Di antaranya, penganugerahaan juga diberikan kepada kepala daerah Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Banten untuk nominasi ‘kepala daerah propinsi pendukung kebangkitan zakat, infak, sedekah, dan wakaf terbaik’.  

Berikutnya, ada nominasi  untuk ‘walikota pendukung kebangkitan zakat, infak, sedekah, dan wakaf terbaik’.  Penghargaan diserahkan kepada walikota Makasar dan Bekasi. Selain itu, ada beberapa penghargaan dan nominasi lainnya.(*)

 

Reporter: Emha S Ashor Editor: Ahmad Kholil