Selasa, 2 Maret 2021
19 Rajab 1442 H
Home / For Beginners / Kerap Keliru, Ini Perbedaan Wakaf Uang dan Wakaf Melalui Uang
Foto dok. Pixabay/Pexels
Dalam sejarahnya, fatwa uang baru dikenal di awal abad ke-2 hijirah

Sharianews.com, Jakarta - Literasi tentang wakaf di tengah masyarakat masih sangat rendah, khususnya terkait wakaf uang. Salah satu topik wakaf uang yang masih menjadi pertanyaan dan kerap keliru adalah terminoligi wakaf uang dan wakaf melalui uang.

Berdasarkan penjelasan Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar, antara wakaf uang dan wakaf melalui uang itu berbeda.

Wakaf uang merupakan dana wakaf yang disetorkan ke rekening nazir, lalu dikelola untuk mendapatkan nilai manfaat. Nilai manfaatnya itu yang digunakan untuk kepentingan umat, dana wakafnya sendiri tetap abadi.

Sementara kalau wakaf melalui uang, adalah wakaf yang dibayarkan secara tunai tersebut langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat. "Misalnya ada pembangunan masjid, kita menghimpun dana wakaf. Nanti dana wakafnya itu dibelikan semen, genteng, atap, tanah, dan sebagainya," imbuh Fuad.

Namun, Fuad menambagkan, bahwa wakaf melalui uang ini tidak mencatat jumlah uang tunai yang diberikan, melainkan konversi nilai tanah atau bangunannya.

"Ini yang berbeda, kalau wakaf uang itu yang tercatat dalam sertifikat itu jumlah rupiahnya. Kalau wakaf melalui uang itu yang tercatat adalah nilai tanah atau bangunannya yang sudah jadi," ujar dia.

Sementara itu, Anggota Badan Wakaf Indonesia Irfan Syauqi Beik juga menyampaikan pandangannya terkait perbedaan antara wakaf uang dan wakaf melalui uang.

Dalam wakaf uang, menurut Irfan, yang diwakafkan adalah uang, yang kemudian uangnya ini diinvestasikan dan diproduktifkan melalui berbagai instrumen investasi yang sesuai syariah.

Sementara, wakaf melalui uang, artinya uang ini menjadi perantara untuk kemudian dikonversi menjadi harta tetap atau harta bergerak yang ujungnya ini bisa dikelola, baik pengelolaan sifatnya sosial, ada kaitannya dengan pendidikan atau ekonomi.

“Intinya adalah bagaimana kemudian melalui instrumen uang ini kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Irfan.

Dalam sejarahnya, fatwa uang baru dikenal di awal abad ke-2 hijirah. Imam Az-zuhri yang pertama kali memfatwakan bolehnya wakaf uang.

Selain itu, wakaf uang pernah dipraktikan secara masif. Wakaf uang pernah berfungsi membangun ekonomi yang sangat luar biasa, yakni pada masa Turki Utsmani. Di mana selama berbad-abad, wakaf uang menjadi mesin pertumbuhan Turki dan dunia, karena saat itu Turki menguasai sepertiga dunia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman