Minggu, 17 Oktober 2021
11 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / For Beginners / Kenapa Masjid dan Musala Perlu Didaftarkan ke Sistem Informasi Masjid ?
Foto dok. Konevi/Pexels
Ini Manfaat dan Caranya

Sharianews.com, Jakarta - Pendataan masjid dan musala di seluruh Indonesia terus dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag.

Kepala Subdit Kemasjidan Abdul Syukur mengatakan pendataan tersebut dilakukan secara daring melalui aplikasi Sistem Informasi Masjid (Simas) pada laman simas.kemenag.go.id. Program ini untuk memudahkan akses publik dan terintegrasinya masjid dan musala dengan Kemenag.

“Untuk mewujudkan program tersebut, kami berharap dan mengajak kepada para takmir masjid/musala untuk ikut berperan aktif menyukseskan program tersebut dengan memastikan bahwa masjid/musala yang dikelola terdaftar pada simas.kemenag.go.id,” ujar Syukur.

Ia menambahkan, ada banyak manfaat yang akan diperoleh bila masjid dan musala terdaftar di Simas. Salah satunya dengan memiliki ID Nasional Masjid dengan begitu secara otomatis terintegrasi dengan sistem layanan pemerintah.

Selain itu, data pada Simas juga sudah dilengkapi dengan Geographic Information System (GIS). Sehingga lokasi masjid/musala dapat dipetakan dengan tingkat akurasi yang baik di atas peta dunia atau citra satelit.

Lebih lanjut, Syukur mengungkap beberapa manfaat lain dengan mendaftarkan masjid atau musala dalam Simas. Di antaranya, memudahkan rekomendasi permohonan bantuan dan  memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT) SIMAS untuk membuka Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama masjid/musala.

Ke depan, mulai 2022, pendaftaran permohonan bantuan kepada Kemenag juga dilakukan secara daring. Karenanya, masjid atau musala perlu mendaftarkan diri di Simas. Dengan mendaftar, masjid/musala juga akan memiliki media sosial digital yang dapat diakses masyarakat.

“Mulai dari stiker QR Code profil masjid, serta terinput dalam aplikasi Info Masjid berbasis android serta aplikasi manajemen masjid yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan. Terpenting lagi, setelah terdaftar dalam SIMAS, masjid atau musala dapat ikut serta dalam program dan layanan kemasjidan secara nasional” jelas Syukur.

Cara Daftarkan Masjid/Musala ke Simas

Pendaftaran dapat dilakukan melalui operator Simas di Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kemenag terdekat dengan membawa sejumlah persyaratan.

Adapun persyaratan yang harus dilengkapi, yaitu:

1. Surat Keputusan Pendirian atau Pembentukan Takmir Masjid atau Musala;

2. Surat Keterangan Status Tanah atau Wakaf Serta Sertifikat; dan

3. Foto Bangunan Masjid atau Musala dalam Bentuk Softcopy (Size Maksimal 1Mb).

Rep. Aldiansyah Nurrahman