Jumat, 22 Januari 2021
09 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Kenapa Banyak Bank Syariah Belum ‘Go Public’?
-
Prospek bank syariah sangat menjanjikan di masa depan. Tapi kenapa banyak yang belum ‘go public’?

Prospek bank syariah sangat menjanjikan di masa depan. Tapi kenapa banyak yang belum ‘go public’?

Sharianews.com. Jakarta - Pada awal Mei lalu, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini menambah daftar bank syariah yang go public.

Dari 13 bank syariah di Indonesia, baru tiga yang go public. Dua lainnya adalah PT Bank Panin Syariah Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Syariah (Persero) Tbk.  

Menurut pengamat ekonomi dan keuangan syariah, Ahmad Ifham Sholihin, hal ini bukan lantaran kinerja perbankan syariah yang buruk. Tapi lebih pada mempersiapkannya secara matang.

Selain analisis pasar, sebelum dilakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), bank syariah juga perlu mempersiapkan berbagai keperluan administratif seperti perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jadi, ketika sebuah bank sudah siap untuk IPO, administrasi dan infrastrukturnya sudah tertata rapi, termasuk infastrukturnya,” kata penulis buku “Ini Lho Bank Syariah!” kepada Sharianews.com.

Ifham menambahkan, beberapa bank syariah masih fokus pada produk bisnisnya masing-masing. Sebagian lagi sedang mempersiapkan untuk go public seperti Bank Syariah Bukopin yang akan go public pada 2020.

Ia mengakui bahwa masih ada persoalan yang terjadi pada bank-bank syariah. Yaitu, risiko kredit bermasalah atau non performing financing (NPF) yang cukup tinggi. Hal ini juga menjadi pertimbangan para investor untuk investasi jangka panjang di bank syariah.

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Ifham berharap prospek perbankan syariah kian positif.

“Karena itu perlu edukasi terus-menerus kepada masyarakat Muslim maupun non-Muslim agar melek ekonomi Islam atau perbankan syariah,” kata penulis buku ‘Pedoman Umum Lembaga Keuangan Syariah’ itu.

Peneliti Islamic Banking Finance Institute (IBFI), Syafaat Muharin, menambahkan bahwa bank syariah yang telah melantai di pasar modal cukup bersaing dengan bank konvensional. Bahkan, lanjutnya, bank syariah memiliki keunggulan tersendiri.

Di antaranya, memiliki dana atau modal tambahan sehingga dapat meningkatkan kebutuhan nasabah seperti membuat produk-produk yang lebih beragam, dan bank syariah juga mampu berpartisipasi pada proyek yang bernilai lebih tinggi.

Syafaat berharap, bank syariah terus menjaga kepercayaan investor dengan mempertahankan kinerja perseroannya agar tetap bagus. Juga, dapat meyakinkan calon investor bahwa prospek industri bank syariah akan cerah di masa mendatang, seiring berkembangnya sektor bisnis halal.

“Jika dilihat dari hal ini, bank syariah harus mampu menentukan kapan sebaiknya melakukan IPO sehingga dapat memberikan manfaat yang baik bagi emiten maupun investor,” pungkasnya. *(SN)

 

 

Penulis: Agustina Permatasari 

Editor: A.Rifki