Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Keuangan / Kementerian Perdagangan Gelar Halalbihalal
Petinggi Kementerian Perdagangan didampingi dengan istri atau suaminya, seperti Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terlihat berjejer beramah tamah, bersalam-salaman dengan tamu-tamu yang hadir.

Sharianews.com, Jakarta ~ Kementerian Perdagangan dalam rangka semarak Idulfitri menyelenggarakan halalbihalal.

Dalam pantauan Sharianews.com, terlihat banyaknya peserta yang hadir pada acara yang digelar di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/6) ini. Mulai dari petinggi Kementerian Agama, karyawan, hingga perwakilan duta-duta besar dari berbagai negara.

Petinggi Kementerian Perdagangan didampingi dengan istri atau suaminya, seperti Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terlihat berjejer beramah tamah, bersalam-salaman dengan tamu-tamu yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, Enggartiasto menyampaikan pembahasan tentang G20 yang diadakan pada 8-9 Juni 2019 di Tsukasa, Ibaraki, Jepang.

"Kemarin di minister meeting G20, membahas digital ekonomi sebenarnya," ujarnya menegaskan.

Ada dua sesi dalam acara G20 itu, pertama sesi Menteri Komunikasi dan Informasi dengan mitra partnernya. Kedua, yakni tread minister, dilanjutkan join season.

Pada kesempatan tersebut, Enggartiasto mengutarakan sikap Indonesia mengenai defisit of trust dari multilateral trading system. Hal tersebut menegaskan bahwa multilateral trading system adalah sesuatu yang sudah disepakati.

Dalam kaitannya, pesan yang ingin disampaikan Indonesia adalah kecenderungan protectionnism. Kecenderungan tensi dari hubungan perdagangan antarnegara yang semakin meningkat kita sampaikan untuk deeskalasi.

"Karena pada dasarnya kalau itu terus berjalan, maka tidak ada satupun negara yang diuntungkan, " tambahnya.

Selain itu, ia menyampaikan dukungannya untuk Jepang dari G20 ini untuk bisa menghasilkan joint statement.

Sebagai informasi, sebelumnya diberitakan bahwa Indonesia mendukung G20 dalam melakukan perbaikan ekonomi global dan digitalisasi perdagangan.

Pertemuan tingkat menteri ini menghasilkan kesepakatan utama mengenai pentingnya peran G20 dalam mengurangi ketegangan perdagangan global dan memberikan sinyal positif bagi dunia usaha melalui dorongan politis yang kuat bagi peningkatan fungsi The World Trade Organization (WTO).

Kesepakatan ini merupakan respon dari kondisi ekonomi global yang tengah menurun akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang terjadi saat ini.

Kesepakatan ini, lanjut Mendag, ini akan menjadi masukan bagi para pemimpin G20 pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang dijadwalkan berlangsung pada 28—29 Juni 2019 di Osaka, Jepang.

Selain itu, ada tiga pesan utama dari Presidensi Jepang dalam Forum G20 tahun ini, yaitu pertama, perlunya kerja sama negara-negara anggota G20 di sektor perdagangan dan investasi guna mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi global. Perdagangan dan investasi merupakan mesin utama penggerak pertumbuhan, produktivitas, inovasi, dan penyediaan lapangan kerja.

Kedua, memutakhirkan aturan pengaturan subsidi di sektor industri; serta ketiga, pentingnya memberikan arah dari isu reformasi WTO. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo