Sabtu, 20 Juli 2019
18 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Haji umrah / Kemenlu: Banyak Motif yang Dilakukan Jemaah Umrah untuk Overstay
FOTO I dok. Aljazeera.com
"Tahun lalu totalnya ada 28 ribu kasus WNI kita bermasalah, yang paling banyak kasus overstay salah satunya banyak disumbang jemaah umrah kita," ungkap Judha Nugraha dalam forum group discussion (FGD).

Sharianews.com, JakartaBanyaknya kasus warga negara Indonesia yang masih overstay atau mengulur waktu di Arab Saudi ketika umrah diakui oleh Kepala sub direktorat kelembagaan dan diplomasi perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Judha Nugraha.

"Tahun lalu totalnya ada 28 ribu kasus WNI kita bermasalah, yang paling banyak kasus overstay salah satunya banyak disumbang jemaah umrah kita," ungkap Judha Nugraha dalam forum group discussion (FGD) di kawasan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (24/6).

Menurut data statistik, Judha menerangkan total jumlah deportan WNI sebanyak 7783 orang yang menggunakan visa kerja, sedangkan yang menggunakan visa umrah sebanyak 3100 orang.

Lebih lanjut dikatakan Judha, memang ada beberapa motif yang dilakukan ketika jemaah umrah kebanyakan untuk overstay di Arab Saudi.

Misalnya, memang secara niat awalnya banyak jemaah yang ingin beribadah, akan tetapi ke depannya mempunyai niatan lain lagi yakni salah satunya bekerja di Arab Saudi.

"Kami juga men-detect ada beberapa motif, warga kita memang banyak akal, kreatif, jadi misal ingin naik haji cuma biayanya tidak cukup, nah, ini yang digunakan, menggunakan modus visa umrah kemudian sengaja overstay, kemudian bekerja sambil menunggu waktu haji, setelah waktu haji tiba, kemudian menunaikan haji, kemudian ingin pulang," terang Judha.

Ditambahkan Judha, mengenai warga yang overstay di sana ketika selesai ibadah haji, warga negara bukan dikejar polisi Saudi tetapi malahan warga yang mengejar polisi agar ditangkap, karena apa? Kalau sudah ditangkap, dideportasi, dan biaya deportasinya atas pemerintah Saudi.

"Gratis," sambung Judha.

Lalu ketika mereka sudah pulang, Judha menambahkan, mereka (warga) menceritakan best practices atau 'succes story' keberhasilan mereka. Hingga akhirnya kasus ini terus mengalami kenaikan.

"Bukannya semakin menurun tapi semakin meningkat, karena banyak orang di Indonesia menggunakan metode yang sama," ujarnya lagi.

Judha menceritakan kalau dahulu pernah mendengar penelantaran WNI ternyata mereka bukan karena tidak punya uang tetapi uangnya sudah diberikan ke rumah dan akhirnya mereka bisa dideportasi secara gratis oleh pemerintah setempat.

"Memang cerita tadi tidak semuanya begitu, tapi mayoritas, mereka punya uang kemudian mereka kirimkan uangnya dulu ke Indonesia sehingga mereka terlantar akhirnya kemudian ditolong oleh pemerintah Saudi atau perwakilan Indonesia.

"Dan akhirnya kebijakan pemerintah Indonesia, kita pernah mengirimkan kapal Laboba dengan kapasitas 2400 orang, kita membiayai penuh, kita pulangkan semua atas biaya negara," ujar Judha. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo