Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO | Dok. Laznas BSM Uma
Program bantuan Bank Mandiri Syariah dalam penanganan anak-anak balita yang terdampak bencana, dengan memberikan makanan pengganti air susu ibu (ASI) mendapat apresiasi dari Kemenkes.

Sharianews.com, Jakarta. PT Bank Mandiri Syariah (Mandiri Syariah) aktif berbagai melalui kegiatan sosial. Semakin baik kenerja Mandiri Syariah semakin banyak kegiatan sosial yang dilakukan. Salah satunya adalah penanganan korban bencana. Di sektor ini, Mandiri Syariah fokus pada penanganan anak-anak balita yang terdampak bencana, dengan memberikan makanan pengganti air susu ibu (ASI).

Demikian dikatakan oleh Direktur Risk Management and Compliance, Mandiri Syariah, Putu Rahwidhiyasa. Dikatakannya, program tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Kementrian Kesehatan, yang berencana menjadikan program penyiapan makanan pengganti ASI, sebagai proyek percontohan.

Terutama untuk program penanganan kedarutatan jika ada kejadian bencana, atau jika ada yang memerlukan tindakan khusus terkait dengan pelayanan anak-anak mana pun di Indonesia. "Saat ini program ini sedang dilakukan standarisasi agar pola yang Mandiri Syariah juga nbisa diterapkan oleh institusi lain."

Program sosial Mandiri Syariah lainnya, misalnya belum lama ini dalam rangka Milad Mandiri Syariah ke-19,  di awal November, Mandiri Syariah memberikan penghargaan kepada 100 guru di seluruh Indonesia. Para guru tersebut mendapatkan hadiah berupa umrah ke Tanah Suci.

Program ini dilaksanakan langsung oleh Direksi Mandiri Syariah, yang keliling ke beberapa kota untuk memberikan hadiah langsung kepada para guru. Misalnya untuk para guru di Cilegon dan Jayapura. “Sambutannya sangat baik, dan insyaAllah, program ini akan semakin mendekatkan masayarkat kepada bank syariah secara umum,”ujar Putu, di Jakarta (8/11/2018).

Putu memaparkan kegiatan sosial Mandiri Syariah dibagi dalam tiga produk. Pertama, Simpati Umat, yakni terkait bantuan-bantuan bencana. Ini produk ini, saat ini Mandiri Syariah memiliki posko di Palu dan di Lombok.“Sampai sekarang masih terbuka, karena permintaan masyarakat dari sekitar, setidaknya akan memberikan pelayanan hingga Desember,"katanya. 

Kedua, Mitra Umat, yaitu program bidang keuangan yang bertujuan melakukan pengembangan jasa yang disebut, Desa Berdaya Sejahtera dan Mandiri. Program ini antara lain dilaksanakan di Lampung, untuk membantu para petani padi, dengan penyediaan peralatan penggilingan padi, termasuk bantuan pupuk dan pestisida organik dengan total nilai hingga Rp 3,5 miliar. Ada juga di Purbalingga, untuk program pengembangan peternakan kambing dan sapi.

Ketiga, program Bidik Umat, yaitu program beasiswa, bekerja sama dengan  empat universitas, yaitu Insstitur Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Di mana dimasing-masing perguruan tinggi, memberikan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa, mendampingi mereka untuk menjadi pengusaha dan di masa mendatang Mandiri Syariah memberikan modal sampai sekitar Rp 50 juta per orang, agar mereka menjadi calon-calon wirasuaha mandiri yang berhasil. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil