Senin, 23 September 2019
24 Muḥarram 1441 H
Home / Haji umrah / Kemenag Yakinkan Arab Saudi untuk Tunda Pelaksanaan Biometrik
FOTO | dok.romy.sharianews.com
"Dalam konteks Indonesia, di tengah negara yang sangat luas dan negara kepulauan ini, itu dirasa sangat menyusahkan para jemaah kita, karena hanya penerbitan visa dia harus melakukan perjalanan yang sangat jauh," sambung Menag.

Sharianews.com, Jakarta. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meyakinkan pemerintahan Arab Saudi untuk menunda pelaksanaan perekaman biometrik calon jamaah haji dan umrah.

"Kita terus meyakinkan pemerintah Saudi Arabia. Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan semua pihak untuk menunda pelaksanaan rekam biometrik sebagai syarat terbitnya visa," ujar Menteri Lukman seusai membuka rakernas Kementerian Agama 2019, Jakarta, Rabu (23/1).

Selama ini, kata Menteri Lukman, biometrik adalah proses identifikasi masing-masing calon jamaah umrah atau haji lewat cek sidik jari, retina mata dan form nama sebagai salah satu prosedur keamanan identitas agar tidak bisa dipalsukan.

Indonesia menurut Menteri Lukman adalah tempat pertama uji coba rekam biometrik ini, karena itu negara muslim lain seperti Malaysia dan Brunei Darussalam tidak mengalami masalah ini.

"Jadi jangan bandingkan kok di negara Malaysia tidak ada, kok di Brunei tidak ada. Jelaslah karena Indonesia menjadi tempat pertama uji coba penerapan biometrik ini," tutur Menag.

Perekaman biometrik ini oleh pemerintah Saudi Arabia digunakan sebagai syarat terbitnya visa. Pemerintah Saudi Arabia bekerja sama dengan pihak swasta untuk melaksanakan rekaman biometrik ini di Indonesia.

"Dalam konteks Indonesia, di tengah negara yang sangat luas dan negara kepulauan ini, rekaman biometrik dirasa menyusahkan para jamaah.  karena hanya penerbitan visa dia harus melakukan perjalanan yang sangat jauh," sambungnya.

Pemerintah Arab Saudi menurut Menteri Lukman masih mempertimbangkan usulan Indonesia tersebut.

"Mudah-mudahan pemerintah Saudi Arabia mengerti betul kesulitan jemaah haji atau umrah kita," ujarnya. (*)

 

 

 

Reporter: Romy Syawal Editor: nazarudin