Sabtu, 16 Januari 2021
03 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Haji umrah / Kemenag Siapkan Asuransi Jiwa untuk Jemaah dan Petugas Haji
Coverage asuransi jemaah haji mulai berangkat dari rumah (saat keberangkatan) sampai kembali ke rumah (saat pemulangan).

Sharianews.com, Jakarta ~ Kementerian Agama dalam penyelenggaraan ibadah haji memiliki tiga tugas utama, yaitu pembinaan, pelayanan, dan perlindungan.

Salah satu komponen tugas perlindungan haji adalah penyediaan asuransi jiwa, baik bagi jemaah maupun petugas haji.

“Ada asuransi jiwa untuk jemaah dan petugas haji,” tegas Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, di Jakarta, pekan lalu.

Dikatakan Yanis lebih lanjut, penyediaan asuransi jiwa bagi jemaah haji dan petugas haji diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Pasal 29 PP tersebut mengatur, bahwa asuransi jemaah haji dibebankan dalam Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sedangkan untuk asuransi jiwa bagi petugas haji, disediakan oleh pemerintah.

“Jemaah haji tidak membayar premi asuransi secara langsung karena telah dibebankan dalam komponen BPIH. Kalau untuk petugas haji, disiapkan pemerintah,” tutur Yanis.

“Premi asuransi per jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018 sebesar 49 ribu rupiah,” lanjut Yanis.

Dalam pelaksanaannya, Kemenag bekerja sama dengan perusahaan jasa asuransi syariah. Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1439H/2018M, sesuai perjanjian kontrak, penerima asuransi dikategorikan ke dalam empat kelompok.

Pertama, jemaah haji yang meninggal natural atau bukan diawali peristiwa kecelakan. Kedua, jemaah yang meninggal dunia karena kecelakaan. Ketiga, jemaah yang mengalami cacat tetap total yaitu kehilangan sebagian anggota badan atau fungsi dari anggota badan untuk selamanya. Keempat, jemaah yang mengalami cacat tetap sebagian saat menunaikan ibadah haji.

Coverage asuransi jemaah haji mulai berangkat dari rumah (saat keberangkatan) sampai kembali ke rumah (saat pemulangan).“Bagi Jemaah yang meninggal natural, mendapat asuransi sebesar Rp18,5 juta. Sedang untuk jemaah yang meninggal karena kecelakaan, menerima asuransi Rp37 juta,” sambung Yanis. (*)

 

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo