Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Haji umrah / Kemenag: Pelaksanaan Haji Sudah Siap 100 Persen
Foto/dok.kemenag
“Persiapan haji tahun ini sudah dimulai sejak tahun lalu, saat penandatangan MoU Menag dengan perhajian Arab Saudi, termasuk penetapan kuota untuk Indonesia. Alhamdulillah untuk progres penyediaan transportasi, konsumsi dan akomodasi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi sudah siap seratus persen,” ujar Sri Ilham Lubis, seperti dilansir dari laman Kemenag

Sharianews.com, Jakarta ~ Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis mengatakan bahwa proses persiapan untuk layanan akomodasi, katering, dan transportasi bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi sudah selesai seratus persen.

“Persiapan haji tahun ini sudah dimulai sejak tahun lalu, saat penandatangan MoU Menag dengan perhajian Arab Saudi, termasuk penetapan kuota untuk Indonesia. Alhamdulillah untuk progres penyediaan transportasi, konsumsi dan akomodasi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi sudah siap seratus persen,” ujar Sri Ilham Lubis, seperti dilansir dari laman Kemenag, Jumat (10/5).

“Layanan di sana mencakup akomodasi di Makkah dan Madinah, transportasi bus antar kota perhajian, bus selawat, bus masyair dan layanan katering,” lanjutnya menegaskan.

Ia menambahkan, tahun ini ada beberapa perbedaan dan peningkatan pelayanan di Arab Saudi dibanding tahun lalu, di antaranya layanan katering di Arafah, kalau tahun lalu jemaah yang tiba siang hari di Arafah tidak semuanya diberi konsumsi, akan tetapi tahun ini seluruh jemaah yang sampai siang hari di Arafah semuanya mendapatkan konsumsi.

Kemudian untuk transportasi, seluruh jemaah di Makkah akan mendapatkan bus selawat, tahun lalu hanya jamaah yang menempati hotel dalam radius 1,5 KM dari masjidil haram, namun tahun ini semuanya.

Begitu juga dengan hotel-hotel yang telah disewa di Madinah. Hotel yang menggunakan sstem sewa full musim lebih banyak dibandingkan dengan sistem blocking time. Tahun lalu hotel yang menggunakan sistem sewa full musim hanya 50 persen, tahun ini meningkat 72 persen.

“Sedangkan, di bandara, jemaah haji akan menikmati fasilitas fast track, mereka tidak perlu lagi mengurus bagasinya di bandara, kalau tahun lalu jemaah haji masih mengurus bagasi di bandara sehingga jemaah membutukan waktu yang cukup lama untuk mengurus bagasinya, lalu tahun ini mereka tidak perlu lagi sidik sepuluh jari di bandara, cukup satu kali sidik jari saja dan setelah itu mereka bisa langsung naik bus, diantarkan menuju hotel yang telah ditetapkan,” ujar Sri Ilham Lubis.

Ia juga meminta kepada calon jemaah haji tahun ini untuk memberi tanda pengkodean pada bagasi Jemaah. Termasuk tanda pada passport dan juga kursi roda jamaah karena nanti, bagasi jemaah dan passport akan ditangani oleh pihak Arab Saudi, sehingga kita perlu memberikan tanda yang memudahkan mereka untuk mengelompokannya dan mengantarkannya sampai ke hotel jemaah.

Selain itu, Sri Ilham juga mengatakan untuk Armina, tahun ini tenda jemaah haji di Arafah akan disediakan AC dengan menggunakan Verion yang suhunya sangat dingin.

Untuk penempatan jemaah, tahun ini tidak lagi menggunakan Qur’ah, akan tetapi menempatkan jemaah berdasarkan embarkasinya, "Penempatan jemaah berdasarkan zonasi untuk memudahkan koordinasi pengawasan dan pengendalian dan komunikasi selama di Makkah, yang kedua ketika jemaah mendapatkan kesulitan, tersesat misalnya, mereka dengan mudah kembali ke hotelnya karena sudah jelas bahwa misalnya jemaah dari SOP ini ketika tersesat ini kembalikan saja ke wilayah jarwal misalnya di sektor sana bisa dikembalikan ke pemondokannya," ucapnya. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo