Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Haji umrah / Kemenag Gelar Seleksi Petugas Haji Nonkloter
FOTO/Dok.kemenag
"Sangat penting untuk kita mencari petugas yang sangat bisa diandalkan dan menyukseskan program nasional ini dengan baik," ungkap Nizar saar membuka kegiatan seleksi Petugas Haji Nonkloter di Asrama Haji, Jakarta, Kamis (4/4).

Sharianews.com, Jakarta ~ Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar Ali mengatakan, seleksi petugas menjadi tahapan krusial yang harus dilalui guna mencapai kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji 2019.

"Sangat penting untuk kita mencari petugas yang sangat bisa diandalkan dan menyukseskan program nasional ini dengan baik," ungkap Nizar saar membuka kegiatan seleksi Petugas Haji Nonkloter di Asrama Haji, Jakarta, Kamis (4/4).

Apalagi, ditambahkan Nizar, pada tahun 2018 lalu, Kementerian Agama mendapatkan predikat pelayanan haji sangat memuaskan.

"Indeks nilai petugas menjadi salah satu kontributor tertinggi untuk mencapai indeks tersebut," sambungnya menegaskan.

Sementara di tempat terpisah, menurut Direktur Bina Haji Khoirizi, seleksi petugas haji nonkloter ini diikuti oleh 381 peserta, yang sebelumnya telah dinyatakan lulus administrasi.

"Peserta berasal dari unsur Unit Eselon I Kemenag, TNI, Polri, lembaga instansi lainnya, serta para jurnalis yang masuk dalam Media Center Haji (MCH)," terang Khoirizi.

Adapun rincian peserta, sebagai berikut: Sekretariat Jenderal Kemenag (56 orang), Inspektorat Jenderal Kemenag(32 orang), Direktorat Bimas Islam (35 orang), Direktorat Pendidikan Islam (33 orang), Balitbang dan Diklat Kemenag (24 orang), unsur TNI (50 orang), Polri (43 orang), instansi dan lembaga lainnya (54 orang), serta unsur Media Center (54 orang).

Ada dua tahap seleksi yang harus dilalui oleh tiap peserta. Pertama, tes pengetahuan perhajian, wawasan kebangsaan, penguasaan bahasa Arab& Inggris, serta pengetahuan umum lainnya yg dilakukan dengan metode CAT.

"Jumlahnya ada 100 soal, yang akan diacak bagi masing-masing peserta. CAT ini sebagai upaya dalam menciptakan standarisasi seleksi, menciptakan seleksi yang transparan, objektif, dan akuntabel," terang Khoirizi.

Tahapan kedua, para calon petugas akan melaksanakan proses wawancara yang bertujuan untuk menggali komitmen, integritas, dan profesionalitas yang dimiliki.

"Jumlah peserta seleksi hari ini adalah dua kali kuota yang tersedia untuk petugas," kata Khoirizi.

Selanjutnya, usai dinyatakan lulus, calon petugas akan diberikan pembekalan. Pembekalan rencananya akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai tanggal 22 April mendatang. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo