Senin, 22 Juli 2019
20 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Haji umrah / Kemenag: dan DPR Sepakati BPIH 2019 Rp35,2 Juta
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama para panja DPR menandatangani biaya Haji 2019. FOTO| Dok.romy.sharianews.com
"Kami bersepakat total BPIH tahun ini rata-rata sebesar Rp35.235.602, atau setara USD 2,481. Dan besaran rata-rata biaya haji tahun ini sama dengan rata-rata BPIH tahun 1439H/2018M,” ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin di komplek DPR RI, Senin (4/2).

Sharianews.com, Jakarta ~ Kementerian Agama dan Komisi VIH DPR menyepakati besaran rata-rata Biaya Penyelenggaraan lbadah Haji (BPIH) 1440H/2019M sebesar Rp35,235.602,-.

"Kami bersepakat total BPIH tahun ini rata-rata sebesar Rp35.235.602, atau setara USD 2,481. Dan besaran rata-rata biaya haji tahun ini sama dengan rata-rata BPIH tahun 1439H/2018M,” ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin di komplek DPR RI, Senin (4/2).

Kesepakatan BPIH 1440H/2019M ini ditandatangani oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Komisi Vlll DPR RI Ali Taher dalam Rapat Kerja yang berlangsung di Gedung DPR, Senayan.

Rumusan kesepakatan ini selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk diterbitkan Keputusan Presiden tentang BPIH 1440H/2019M.

Menurut Menag, BPIH Indonesia adalah yang paling murah di antara negara-negara ASEAN yang mengirimkan jemaah haji ke Arab Saudi.

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, rata-rata biaya haji Brunei Darussalam berkisar di atas 8.000 US dollar (USD). Persisnya, $8.738 (2015), $8.788 (2016), $8.422 (2017), dan $8.980 (2018).

Untuk Singapura, rata-rata di atas 5.000 US dollar, yaitu $5.176 (2015), $5.354 (2016), $4.436 (2017), dan $5.323 (2018).

Sementara Malaysia, rata-rata biaya haji sebesar $2.750 (2015), $2.568 (2016), $2.254 (2017), dan $2.557 (2018)

Dalam USD, rata-rata BPIH Indonesia pada 2015 sebesar $2.717. Sementara tiga tahun berikutnya adalah $2.585 di 2016, $2.606 di 2017, dan $2.632 di 2018.

Sekilas, BPIH Indonesia lebih tinggi dari Malaysia, meski sebenarnya lebih murah. Sebab dari biaya yang dibayarkan jemaah, ada $400 atau setara SAR1.500 yang dikembalikan Iagi kepada mereka sebagai biaya hidup (living cost) di Tanah Suci.

“Saat pelunasan, jemaah membayar BPIH yang di dalamnya termasuk komponen biaya hidup (living cost). Komponen biaya tersebut bersifat dana titipan saja. Saat di asrama haji embarkasi, masing-masing jemaah yang akan berangkat akan menerima kembali dana living cost itu sebesar SAR1.500," tandas Menag. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo