Sabtu, 25 Mei 2019
21 Ramadan 1440 H
Home / Haji umrah / Kemenag dan DPR Gelar Raker Esok Hari, Terkait Tambahan Kuota Haji
FOTO I dok. Aljazeera
“DPR Komisi VIII bersama Kemenag dan BPKH untuk melakukan rapat kerja, selasa (23/4) untuk membicarakan masalah itu,” kata Ali di Jakarta.

Sharianews.com, JakartaIndonesia mendapatkan kuota haji tambahan sebanyak 10ribu. Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Teher berjanji akan segera menindaklanjuti realisasi penambahan kuota tersebut.

Ditemui saat menghadiri Pembukaan Musyawarah Nasional ke-1 Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (FKAPHI) Tahun 2019 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (21/4).

Pihaknya bersama Kemenag dan BPKH akan segera mengadakan rapat kerja guna membahas hal tersebut. 

“DPR Komisi VIII bersama Kemenag dan BPKH untuk melakukan rapat kerja, selasa (23/4) untuk membicarakan masalah itu,” kata Ali di Jakarta.

Komisi VII sudah berkomunikasi dengan Menag dan BPKH untuk mencarikan solusi dari aspek legalitas dan aspek teknisnya.

“Kan tidak mudah juga, maka selasa nanti ada raker untuk membicarakan kemungkinannya dicarikan alternatif-alternatif yang paling mungkin,” ujarnya.

Anggota DPR asal Nusa Tenggara Timur itu berharap dapat merealisasikan penambahan kuota ini tahun ini.

“Kita berharap tahun ini,” harapnya.

Menurutnya, realisasi penambahan kuota tersebut akan berdampak pada penurunan daftar tunggu jemaah haji Indonesia yang sampai saat ini telah mencapai 40 tahun.

“Kalau DPR menghendaki lebih cepat lebih baik, karena untuk menurunkan waiting list itu kan untuk kebutuhan Rakyat, itu kan tergantung persiapan pemerintah dan BPKH, pendekatan tidak melulu pendekatan unit cost tapi kebutuhan rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu di kesempatan berbeda, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terus berupaya merealisasikan penyiapan pengadaan fasilitas pelayanan bagi 10 ribu jemaah yang masuk kuota tambahan. Upaya tersebut akan dibahas bersama dengan DPR, termasuk terkait anggarannya.

“Karena konsekuensi dari tambahan 10 ribu jamaah adalah perlunya disediakan anggaran,” jelas Menag.(*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo