Jumat, 6 Desember 2019
09 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Ekbis / Kemenag Bersama Forsimas Adakan Pelatihan Dai Milenial
Kegiatan ini mengusung tema “Mempersiapkan Generasi Milenial Menjadi Imam dan Pemimpin Masa Depan” dan berlangsung dua hari dari 30 November – 1 Desember 2019.

Sharianews.com, Banda Aceh ~ Dewan Kemakmuran Masjid Aceh (DKMA) dan Forum Silaturahmi Masjid Serantau (Forsimas) bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Aceh menggelar Pelatihan Imam Milenial di Gedung Serbaguna DKMA-Forsimas Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (30/11).

Kegiatan ini mengusung tema “Mempersiapkan Generasi Milenial Menjadi Imam dan Pemimpin Masa Depan” dan berlangsung dua hari dari 30 November – 1 Desember 2019.

Ketua Panitia, Arief Kurniawansyah R melaporkan, jumlah keseluruhan peserta yang mendaftar sebanyak 472 orang hingga hari terakhir penutupan pendaftaran, sedangkan jumlah peserta yang dibutuhkan hanya 50 orang.

Bahkan, pada hari pertama pembukaan pendaftaran sudah mencapai 164 orang jumlah ini melebihi target, tetapi panitia tetap menampung dengan harapan bagi mereka yang belum pernah mengikuti, bisa diprioritaskan.

“Kita ingin anak muda harus lebih positif lagi hari ini, jangan hanya mampu memakmurkan game dan warung kopi serta kegiatan yang tidak bernilai manfaat saja, akan tetapi harus lebih mampu memakmurkan masjid dan juga syiar agama Allah,” ujar Arief dalam keterangan tertulisnya.

Ketua Umum DKMA, Dr Ir H Basri A Bakar, M.Si menyampaikan, pelatihan ini untuk mempersiapkan calon imam muda yang mampu dan profesional dalam mengisi permintaan imam dari berbagai masjid. Baik di dalam maupun luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Kemboja, Vietnam dan lainnya. “Beberapa tahun lalu kami sudah mengirim para imam ke beberapa negara, mudah-mudahan ke depan juga akan kembali kita mengirim terutama di negara Muslim minoritas seperti Kamboja." ungkap Basri.

Program ini akan berlanjut secara swadaya mengingat jumlah peserta yang meningkat. "Kami juga berharap ke depan akan ada donatur-donatur yang mau memberikan beasiswa atau infak seikhlasnya agar terlaksananya agenda berikutnya,” lanjut Basri.

Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (PENAISZAWA) Kanwil Kemenag Aceh, Drs. Azhari menyampaikan pihaknya mendukung kegiatan ini dan terharu dengan antusias peserta yang mendaftar. “Karena biasanya ketika kami berharap 50 peserta mendaftar, yang datang hanya 30 orang, tapi hari ini sangat luar biasa antusias peserta. Kita berharap kegiatan ini terus berlanjut dengan implementasi di masyarakat, sehingga kehadiran para peserta baik sebagai imam maupun mubaligh di tengah-tengah umat dapat dirasakan manfaatnya padadi era milenial ini,” ungkap Azhari.

Pelatihan imam milenial menghadirkan para pemateri antara lain, Ustadz Masrul Aidi Lc dengan topik Fiqh Shalat Berjamaah, Tgk H Zamhuri Ramli SQ MA dengan topik Tajwid dan Seni Membaca Alquran, Dosi Elfian dengan topik Percaya Diri menjadi Imam.

Selanjutnya, H. Sayed Khawalid Al Idrous, S.Ag MA dengan topik Adab dan Etika Imam, Dr Ir H Basri A. Bakar, M.Si dengan tema Peran Imam dalam Komunitas Masjid serta Teuku Farhan yang membahas topik Tantangan Imam di Era Disrupsi.

Pada hari terakhir, Ahad (1/12) sore usai Shalat Ashar berjamaah juga dilakukan peluncuran (launching) Gerakan Imam Milenial (GIM) bertempat di Masjid Haji Keuchik Leumiek, Lamseupeung, Banda Aceh. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo