Sabtu, 20 Juli 2019
18 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Keuangan / Kemenag Berharap Bareksa Umroh Bisa Mengedukasi Jemaah
FOTO I Dok. ijn.com.
Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Kementerian Agama Arfi Hatim menyambut positif peluncuran platform Bareksa Umroh karena diharapkan bisa membantu mengedukasi para jemaah agar tidak menjadi korban penipuan.

Sharianews.com, Jakarta ~ PT Bareksa Portal Investasi, yang mengoperasikan marketplace investasi terintegrasi Bareksa.com, meluncurkan Bareksa Umroh. Platform Bareksa Umroh menawarkan layanan rencana simpanan di reksa dana syariah untuk membiayai perjalanan ibadah umrah.

Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Kementerian Agama Arfi Hatim menyambut positif peluncuran platform Bareksa Umroh karena diharapkan bisa membantu mengedukasi para jemaah agar tidak menjadi korban penipuan. Selain itu, memastikan layanan yang diberikan kepada jemaah terjamin mulai dari keberangkatan hingga pulang kembali ke Tanah Air.

"Menjadi perhatian pemerintah adalah calon jemaah dan jemaah dapat terlindungi dengan baik selama perjalanan dan dalam melakukan ibadah umrah. Mereka juga mendapatkan kemudahan dan kualitas pelayanan terbaik dalam perjalanan sehingga dapat menunaikan ibadah dengan khusuk," tutur Arfi, di Jakarta, Rabu (10/7).

Berkaitan dengan potensi umrah di Indonesia, Kementerian Agama menilai jumlah jemaah umrah akan terus bertambah. Pertumbuhan ini berkaitan dengan kuota haji Indonesia yang sangat terbatas. Kuota haji Indonesia pada 2018 terbatas hanya 221 ribu orang, atau hanya 0,1 persen dari jumlah penganut Islam Indonesia yang sekitar 226,2 juta jiwa menurut data Bank Dunia.

Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan saudi, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai 1,1 juta orang Pada 2018, naik 25 persen dibandingkan 875.958 jemaah pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pada 2018 tersebut sama dengan tingkat pertumbuhan pada 2017 yang sebesar 25 persen juga. Jumlah jemaah umrah yang besar ini tidak dengan jumlah penyedia jasa perjalanan umrah yang profesional dan berizin resmi.

Data Kementerian Agama mencatat jumlah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terdaftar dan berizin hanya sebanyak 1.015 per Maret 2019. Rasionya adalah satu penyelenggara berbanding seribu lebih jemaah.

Dengan permintaan yang sangat besar, sementara penyedia layanan resmi terbatas, dalam beberapa tahun belakangan banyak terjadi kasus penipuan umrah. penipuan ini ada yang menyediakan paket umrah murah, tetapi ternyata produknya tidak resmi.

Reksa dana adalah produk investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu, reksa dana bisa dijadikan alternatif menabung untuk tujuan umrah yang aman, dan menghindarkan para calon jemaah dari berbagai kemungkinan kasus penipuan investasi hingga kegagalan berangkat karena manajemen yang tidak baik.

Reksa dana syariah memiliki potensi besar di negara dengan populasi muslim terbesar ini. Menurut data

OJK, per Juni 2019, nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksa dana syariah di Indonesia telah mencapai Rp33,06triliun. Angka ini merupakan pertumbuhan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp14,91triliun pada akhir 2016.

OJK juga mencatat, jumlah reksa dana syariah yang beredar di Indonesia saat ini sebanyak 256 produk per Juni 2019. Jumlah itu meningkat pesat dibandingkan dengan 136 produk pada akhir 2016. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo