Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO | Dok. themoslemtraveler.com
Bidik wisatawan muslim asal Indonesia, Korsel melalui Halal Committee Korean Muslim Federation (KMF), terbitkan buku panduan makanan halal dengan dwibahasa; Inggris dan Indonesia.

Sharianews.com, Seoul. Korea Selatan (Korsel) tidak setengah-setengah dalam mengembangkan indusri halal. Membididk wisatawan muslim asal Indonesia, Korsel melalui Halal Committee Korean Muslim Federation (KMF), menerbitkan buku panduan makanan halal (Food Halal) untuk membidik segemen wisatawan muslim dengan dwibahasa; Inggris dan Indonesia.

Tidak hanya itu, di setiap street food dan distrik di Kota Seoul, juga ada banyak restoran dengan menu makanan halal. Salah satunya di Subway Yongsan-gu Itaewon-ro, Yongsan-gu Usadan-ro, di Kota Soul. Demikian dikatakan oleh Irfan Syauqi Beik, dari Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM), IPB, saat memenuhi undangan Halal Committee Korean Muslim Federation (KMF), Senin (19/11/18).

 Lebih lanjut Irfan menjelaskan, apa yang diupayakan oleh pemerintah kota Seoul sangat membantu bagi para wisatawan  asal Indonesia yang datang ke Korsel, bahkan sejak mereka baru sampai di bandara dan keimigrasiaan.

Ketika baru sampai bandara atau subway misalnya, ada petugas Tourist Information Centre , yang sigap dan menyediakan layanan informasi, termasuk buku petunjuk untuk mendapatkan makanan halal (food halal), lengkap dengan nam-nama restoran, nama makanan, alamat restoran, dan cara untuk sampai ke restoran halal yang dimaksud di seantero Seoul..

“Bahkan, ketika saya mengatakan berasal dari Indonesia di bagian keimigrasian, komentarnya langsung memerintahkan saya dengan menggunakan bahasa Indonesia untuk meletakkan fringer print, dan memerintahkan menghadap ke kamera dengan mengunakan bahasa Indonesia,”ujarnya.

Menurutnya, ini menandakan sebuah terobosan baru dalam membidik pasar wisata halal dengan segmentasi yang sangat jelas dan fokus, membidik wisatawan halal asal Indonesia. Ini juga sekaligus sebagai edukasi wisata halal di Korsel yang sangat baik. Lebih dari itu bisa menunjukkan keseriusan pemerintah Korsel dalam membidik pasar halal, khususnya makanan dan kosmetik.

Disebutkan, meskipun penduduk muslim di Korsel termasuk minoritas atau hanya sekitar 100 ribuan dari sekitar 50 juta populasi penduduknya, namun mereka menyadari potensi besar pasar makanan, kosmetik halal, dan wisatawan muslim dari negara-negara muslim di Asia Tenggara, khususnya Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Menurut Irfan seperti dituturkan oleh Ahmad Cho, Presiden Halal Committee Korean Muslim Federation, pemerintah Kosel memang memiliki kepedulian tinggi terhadap wisatawan asal Indonesia. Pemerintah Korsel melihat peluang pasar wisatawan muslim dari Indonesia, sehingga menyiapkan buku panduan atau petunjuk makanan halal berbahasa Indonesia.

Lengkap dengan keterangan nama-nama restoran yang secara resmi telah mendapatkan sertifikasi dan label halal dari  Halal Committee Korean Muslim Federation (KMF) maupun restoran-restoran yang mengklaim sebagai restoran halal, namun belum mendapatkan sertifikasi halal resmi dari lembaga sertifikasi halal setempat (self-claim). (*)

Ahmad Kholil