Sabtu, 8 Mei 2021
27 Ramadan 1442 H
Home / Haji umrah / Kelola Haji Secara Profesional, 30 BPS Bipih Teken Kerja Sama dengan Kemenag
Foto dok. Kemenag
Pedoman bagi Kemenag dan BPS Bipih dalam pengelolaan data dan informasi terkait pendaftaran, pembatalan, dan pelunasan jemaah haji.

Sharianews.com, Jakarta - Dirjen Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama melaksanakan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan 30 Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS Bipih) terkait pendaftaran, pembatalan, dan pelunasan jemaah haji.

PKS ini ditandatangani oleh Plt Dirjen PHU Khoirizi dengan pimpinan 30 BPS Bipih, di Bekasi, Jawa Barat, 12 April 2021.  Ia mengatakan PKS ini merupakan pedoman bagi Kemenag dan BPS Bipih dalam pengelolaan data dan informasi terkait pendaftaran, pembatalan, dan pelunasan jemaah haji.

Selain itu, PKS ini juga untuk mewujudkan kemitraan dan kerja sama antara Ditjen PHU tengan BPS Bipih dalam pengelolaan data dan informasi jemaah haji secara profesional, akuntabel, amanah, dan transparan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

“Oleh karena itu, kami berharap agar dalam pelaksanaannya betul-betul berpedoman dalam ketentuan yang sudan diatur dan disepakati dalam PKS ini,” imbuh Khoirizi

PKS ini, kata Khoirizi, pengawas pelaksanaannya dilakukan melekat oleh para pihak. Adapun perjanjian kerjasama ini berlaku selama tiga tahun.

Hadir dalam pelaksanaan penandatanganan PKS ini jajaran Eselon II Ditjen PHU, 16 Bank Syariah dan 14 Bank Pembangunan Daerah yang memiliki Unit Usaha Syariah.

Salah satu bank syariah BPS Bipih, Bank BCA Syariah. Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan PKS ini akan berlaku sampai dengan 3 tahun ke depan.

Pranata menerangkan, kerja sama ini merupakan inisiatif yang sangat baik untuk meningkatkan layanan kepada calon jemaah haji. “Pengelolaan data yang lebih profesional akan meningkatkan layanan dan kepercayaan calon jemaah haji sehingga lebih tenang dalam melaksanakan ibadah,” tambahnya.

Berikut daftar BPS Bipih tersebut :

1. Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI;

2. Bank Muamalat Indonesia;

3. UUS Bank Tabungan Negara;

4. Bank Syariah Indonesia;

5. Bank Mega Syariah;

 

6. Bank Jabar Banten Syariah;

7. Bank Syariah Bukopin;

8. Bank Panin Dubai Syariah;

9. UUS Bank Permata;

10. UUS Bank CIMB Syariah;

 

11. UUS Bank Maybank Indonesia;

12. UUS Bank OCBC NISP;

13. UUS Bank Danamon Indonesia;

14. Bank BCA Syariah;

15. UUS Bank Sinarmas;

 

16. BTPN Syariah;

17. UUS BPD DIY;

18. UUS BPD Jawa Tengah;

19. UUS BPD Jawa Timur;

20. Bank Aceh Syariah;

 

21. UUS BPD Sumut;

22. UUS BPD Sumatera Barat;

23. UUS BPD Riau Kepri;

24. UUS BPD Sumsel Babel;

25. UUS BPD Kalsel;

 

26. UUS BPD Kaltim;

27. UUS BPD Sulselbar;

28. UUS BPD NTB;

29. UUS BPD Jambi; dan

30. UUS BPD Kalbar.

Rep. Aldiansyah Nurrahman